Purnomo Lapor Presiden Soal Keluar dari OPEC

Purnomo Lapor Presiden Soal Keluar dari OPEC

- detikFinance
Kamis, 29 Mei 2008 15:25 WIB
Purnomo Lapor Presiden Soal Keluar dari OPEC
Jakarta - Pemerintah akan memutuskan sikap keluar dari OPEC dalam sidang kabinet yang digelar sore ini. Sidang tersebut juga sekaligus akan membahas surat Sekjen OPEC yang mempertanyakan keanggotaan Indonesia di organisasi pengekspor minyak itu.

Demikian disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam keterangan pers di sela-sela Indonesia Petroleum Association di JHCC, Jakarta, Kamis (28/5/2008).

"Keputusan keluar dari OPEC bukan hanya masalah teknis yang ditangani departemen ini (ESDM). Tapi juga terkait menteri-menteri lain. Makanya saya akan lapor Presiden sore ini, dan didiskusikan dengan menteri lain, baru setelah itu ada keputusan," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekaligus karena ada surat dari Sekjen OPEC, tentu surat ini juga saya sampaikan ke Presiden," lanjutnya.

Surat Sekjen OPEC ini berisi mengenai perkembangan OPEC saat ini dan mempertanyakan keanggotaan Indonesia.

"Selain itu, Sekjen OPEC menilai sebetulnya Indonesia penting di OPEC. Tapi ujung-ujungnya kan pertimbangan sebagai negara yang berdaulat. Ini yang mesti dibahas," katanya.

Di tempat terpisah, di Gedung Depkeu, Menkeu Sri Mulyani mengatakan ada aspek moral dari keluarnya Indonesia dari OPEC. Keluarnya Indonesia dari OPEC tidak akan mempengaruhi setiap impor minyak yang dilakukan Indonesia.

"Saya rasa tujuannya lebih pada pesan moral kalau mau mengatakan begitu, kalau dari sisi kuantitias, kan kemampuan OPEC itu sebenarnya quantity produce, kemampuan unuk memproduksi Indonesia lebih dari 1 juta barel per hari, jadi ya enggak ada pengaruhnya," ujarnya

Harga minyak yang tinggi saat ini, menurut Menkeu memberatkan negara berkembang seperti Indonesia. Dengan harga minyak yang tinggi biasanya akan mengurangi kemampuan negara berkembang untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat.

Sri Mulyani menambahkan, Indonesia sudah membayar iuran kepada OPEC untuk tahun 2008 ini. Dengan keluarnya dari OPEC, maka ada penghematan anggaran meski tidak terlalu signifikan.

"Sebenarnya penghematan itu tidak signifkan, cuma lebih gesture dan simbolnya lebih penting," ujarnya. (ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads