Harga Serat Sintetis Naik Senin

Harga Serat Sintetis Naik Senin

- detikFinance
Jumat, 30 Mei 2008 10:28 WIB
Harga Serat Sintetis Naik Senin
Jakarta - Pengusaha serat sintetis akan menaikkan harga jualnya pada minggu depan menyusul kenaikan harga minyak dunia yang sudah diatas US$ 130 per barel. Dampaknya harga pakaian pada bulan Juni akan naik menyusul kenaikan bahan baku serat sintetis.

Serat sintetis digunakan untuk bahan baku garmen, sedangkan bahan pokok pembuatan serat sintetis adalah minyak bumi.

"Senin harga bahan baku naik karena harga minyak sudah di atas US$ 130 per barel, sebelumnya harga bahan baku US$ 950 per ton, waktu itu harga minyak masih US$ 120 per barel. Saat ini kami masih menghitung berapa kenaikan harga jual. Mungkin di bawah 10% karena daya beli terhadap sandang sedang turun," ungkap Sekjen Asosiasi Produsen Synthetic Fiber Indonesia (APSyFI) Kustarjono Prodjolalito kepada detikFinance, jakarta, Jumat (30/5/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya yang jadi pertimbangan besaran kenaikan harga adalah turunnya daya beli konsumen terhadap pakaian akibat kenaikan BBM lalu, untuk itu serat sintetis sebagai bahan baku utama garmen tidak akan dinaikan terlalu tinggi. "Harga serat sintetis sekarang masih US$ 1,3 per kilogram, Senin depan baru akan dinaikkan," ujarnya.

Menurutnya kalau tidak dinaikan maka kapasitas produksi yang akan turun padahal kapasitas produksi yang sebesar 1,3 juta ton baru terpakai 70% atau sekitar 800 ribu ton. Hal ini akan berdampak kepada pengurangan karyawan. Selain itu akibat kenaikan harga minyak banyak yang mengurungkan niat investasi maupun penambahan kapasitas di bisnis ini.

Saat ini Indonesia masuk peringkat 10 dunia untuk produsen serat sintetis. Peringkat satu diduduki China dengan produksi 22 juta ton dan kedua India sebanyak 15 juta ton. Saat ini sebanyak 70 persen produksi lokal digunakan untuk kebutuhan dalam negeri dan sisanya diekspor.
(arn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads