Subsidi Kedelai Skala Nasional Rp 485 Miliar Siap Cair

Subsidi Kedelai Skala Nasional Rp 485 Miliar Siap Cair

- detikFinance
Jumat, 30 Mei 2008 13:14 WIB
Subsidi Kedelai Skala Nasional Rp 485 Miliar Siap Cair
Jakarta - Pemberian subsidi harga kedelai tingkat nasional siap dicairkan paling lambat pertengahan Juni nanti. Rencanannya, dana APBN akan sudah siap digulirkan mulai minggu depan.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Fauzi Aziz, di gedung Departemen Perindustrian, Kamis (30/5/2008)
 
"Saya sudah dikejar-kejar oleh Inkopti dan Primkopti, masalah pelaksanaan ini subsidi kedelai. Dari konsultasi dirjen anggaran soal anggaran Rp 500 miliar, hasilnya sejumlah anggaran Rp 500 miliar sudah bisa dialokasikan untuk pengrajin tahu tempe di seluruh Indonesia," kata.
 
Total pemberian subsidi kedelai tingkat nasional diharapkan mencapai 473.390 ton dengan nilai anggaran sebesar Rp 485,074 miliar.
 
"Saya tinggal menunggu semacam dokumen DIPA-nya, yang akan dialokasikan 33 provinsi DIPA sudah keluar bisa pada minggu depan," tambah Fauzi.
 
Berikut ini beberapa daerah yang mendapatkan subsidi kedelai diantaranya Nanggro Aceh Darussalam Rp 1,445 miliar sebanyak 200 ton, Sumatra Utara Rp 9,296 miliar total 1500 ton, Jawa Tengah Rp 141, 212 miliar dengan jumlah 23.000 ton, Jawa Timur Rp 116,174 miliar sebanyak 19.000 ton kedelai, Jawa Barat Rp 64 miliar dengan jumlah 10.000 ton, Lampung Rp 21,9 miliar sebanyak 3500 ton dan lain-lain.
 
"Setalah DIPA turun setiap provinsi, saya perintahkan segera cetak kupon, lalu mencatat stok kedelai yang ada di daerah," serunya
 
Namun Fauzi memperkirakan pelaksanaan realisasi subsidi kedelai tidak harus serempak di seluruh Indonesia, karena faktor kesiapan daerah-daerah tentunya berbeda."Yah pertengahan Juni sudah bisa semu lah, berakhir bulan Desember," ucapnya.
 
Menurut Fauzi, harga kedelai hingga kini berkisar antara Rp 6900 sampai Rp 7000 per kilo, sedangkan harga tertinggi mencapai Rp 7500 per kilo.

"Ada kemungkinan harga BBM akan mempengaruhi harga, tetapi saya belum tahu berapanya, tapi bagaimanapun faktor kurs juga akan mempengaruhi karena kedelai barang impor," jelasnya.
 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads