"Kalau ada permintaan dari PLN kita kan harus lihat kondisi stok kita juga. Karena kita juga harus melayani BBM untuk yang lain," kata Dirut Pertamina Ari Soemarno dalam keterangan pers di Kantor Pusat Pertamina, Jumat (30/5/2008).
Sementera itu, Pertamina dan PLN akhirnya sepakat menggunakan harga komersil untuk setiap BBM tambahan yang dipasok ke pembangkit-pembangkit PLN. Kuota BBM PLN dalam APBNP 2008 adalah sebanyak 9-10 juta KL.
"Kalau nanti perlu tambahan, kita akan deal bisnis to bisnis. Nggak dibedain dari pasar atau dari Pertamina. Mana yang lebih efisien," kata Wadirut PLN Rudiantara ditempat yang sama.
Untuk memantau konsumsi BBM PLN, Pertamina dan PLN sepakat membuat tim kecil. Tim ini akan mengontrol gejala-gejala kenaikan konsumsi dan cara mengantisipasinya.
"Pertamina dan PLN sepakat membuat tim kecil kalau terjadi lonjakan konsumsi BBM PLN. Karena kita nggak bisa serta merta ngasih. Makanya ada tim monitor, jangan sampai kebutuhan PLN mendadak, Pertamina nggak bisa supplai," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal. (lih/qom)











































