PLN Buka Klinik Konsultasi Hemat Listrik

PLN Buka Klinik Konsultasi Hemat Listrik

- detikFinance
Sabtu, 31 Mei 2008 13:28 WIB
PLN Buka Klinik Konsultasi Hemat Listrik
Bandung - Terjadinya pemadaman secara bergiliran di sejumlah wilayah di wilayah Jabar dan Banten terjadi karena adanya kelebihan beban listrik di wilayah tersebut. Untuk mengurangi beban, PLN mengajak masyarakat untuk melakukan penghematan listrik.

Nah, bagi masyarakat yang kurang paham mengenai cara menghemat listrik, sejak minggu lalu PLN membuka klinik konsultasi hemat listrik di semua unit PLN.

Menurut Manager Bidang Komunikasi Hukum dan Administrasi PLN Distribusi Jabar-Banten, Sumarsono masyarakat bisa memanfaatkan media tersebut untuk mengetahui bagaiman cara menghemat listrik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Misalnya menyalakan televisi dalam keadaan stand by akan memakan tenaga 25 watt . Semakin keras suara televisinya akan memakan watt makin tinggi. Kalau dikalikan akan terbuang berapa kian juta," jelasnya saat dihubungi detikFinance, Sabtu (31/5/2008).

Contoh lain, lanjutnya, rice cooker tidak boleh terus menerus dipasang. Petugas klinik nantinya akan memberikan catatan-catatan detail tentang kenapa penghematan harus dilakukan.

"Hal ini tidak disadari oleh masyarakat," ujarnya.

Menurut Suamrsono sudah ada beberapa orang yang datang untuk mencari informasi dari klinik. Mereka pun jadi mengurangi pemakaian listrik. Jika hal itu terus dilakukan, maka lambat laun defisit listrik akan berkurang.

Selama ini, lanjutnya, masyarakat memiliki salah persepsi. Imbauan hemat energi bukan berarti masyarakat tidak mampu membayar. "Mereka mampu, tapi kalau menghemat energi yang tidak perlu akan lebih efektif. Dananya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain," ujarnya.

Saat ditanya sampai kapan klinik akan dibuka, Sumarsono menyatakan akan terus dibuka. Dikatakannya, klinik ini tidak hanya terkait degan pemadaman atau krisis tapi lebih pada sisi edukasi.

"Kalau engga perlu ngapain digunakan, padahal mengeluarkan biaya," tandasnya.

Energy Go to School

Selain membuka klinik konsultasi hemat energi, untuk memberikan edukasi pada masyarakat, PLN akan meluncurkan program Energy Go To School yang bertepatan dengan hari pendidikan nasional, 2 Mei lalu.

Program ini memanfaatkan anak-anak sekolah sebagai tingkat pemula untuk mensosialisasikan program hemat energi.

Menurut Sumarsono saat ini pihaknya baru menjajaki SMP 2 Bandung untuk program ini. Sebelumnya, program Energy Go To School dilakukan di SD Asmi.

"Kami harap program ini bisa memberikan edukasi pada generasi muda dari awal bagaimana cara menghemat energi," ujarnya.

Dalam acara itu, ujar Sumarsono, anak-anak diminta mencatat pemakaian listrik di rumah masing-masing. 'Kita sama-sama tahu anak-anak. orang tua kalau diingatkan oleh anaknya akan lebih efektif. Misalnya membaca meter, mau ngga mau orang tua secara tidak langsung terlibat," jelasnya.

Energy Go To School
ini rencananya akan bergerak per region ke seluruh Jawa Barat. Ditambahkannya, program ini sudah diukung oleh Diknas. (ema/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads