"Kita kan punya kuota impor 6,5 juta. Kita lihat-lihat dulu, bulan Juni ini kita mulai. Ya, awalnya satu juta dulu. Kan nggak bisa sekaligus," kata Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Hanung Budya ketika dihubungi detikFinance, Minggu (1/6/2008).
Hanung menjelaskan,keseluruhan jatah impor tabung elpiji yang sebanyak 6,5 juta unit tersebut akan dilakukan secara bertahap selama tujuh bulan ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau nggak Thailand mungkin China. Kita masih lihat-lihat dulu," katanya.
Kuota impor tabung elpiji sebanyak 6,5 juta unit ini merupakan bagian dari program percepatan konversi minyak tanah ke elpiji yang diharapkan rampung 2009. Untuk 2008 saja, target penerima paket konversi menjadi 20 juta kepala keluarga.
Dengan begitu, artinya tabung yang harus disediakan Pertamina sekitar 40 juta unit. Sisa kebutuhan tabung akan dipasok dari pabrikan dalam negeri termasuk empat BUMN yang dikerahkan untuk membantu memproduksi tabung elpiji 3 kg ini.
(lih/arn)











































