Perubahan APBNP 2008 Mendesak

Perubahan APBNP 2008 Mendesak

- detikFinance
Senin, 02 Jun 2008 10:00 WIB
Perubahan APBNP 2008 Mendesak
Jakarta - Bappenas menilai perlu ada perubahan dalam lagi dari APBN Perubahan (APBNP) 2008 usai semester I-2008. Perubahan ini diperlukan karena asumsi harga minyak dinilai sudah tidak realistis lagi, dan dapat mengganggu implementasi APBN.

Demikian disampaikan Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/6/2008).

"Tapi kita lihat dulu sampai ada Juli nanti bagaimana pergerakan harga minyak, apakah masih akan terus diatas US$ 110 per barel," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Paskah, saat ini rata-rata harga minyak dunia berada di US$ 120-130 per barel. Oleh karena itu, lanjut Paskah, asumsi Indonesia CrudePrice (ICP) ICP 95 per barel sudah tidak bisa dipakai lagi.

"Kalau kita tetap bertahan di level 95 untuk asumsi harga minyak, maka pelaksanaan APBNP 2008 sudah tidak implementatif lagi. Kita harus rasional," ujarnya.

Berdasarkan data Departemen ESDM, ICP per 23 Mei sempat mencapai US$ 134,66 per barel. Namun secara rata-rata untuk bulan Mei mencapai US$ 121/barel, dan untuk rata-rata tahun 2008 mencapai US$ 104,03 per barel.

Mengenai lifting minyak, pemerintah akan tetap berpegangan pada rata-rata 927 ribu barel per hari. "Tapi kita lihat dulu perkembangan bulan Juni dan Juli dan APBNP ini butuh perubahan lagi terutama pada asumsi harga minyak," pungkasnya. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads