Inflasi 2008 Bisa Capai 12,5%

Inflasi 2008 Bisa Capai 12,5%

- detikFinance
Senin, 02 Jun 2008 13:44 WIB
Inflasi 2008 Bisa Capai 12,5%
Jakarta - Bank Indonesia (BI) dan pemerintah memperkirakan inflasi tahun ini bisa mencapai 12,5 persen akibat adanya kenaikan BBM dan kenaikan harga pangan. Inflasi ini jauh dari target sebelumnya di APBN perubahan (APBNP) tahun 2008.

BI memperkirakan inflasi berada di kisaran 11,5-12,5 persen, sedangkan pemerintah di kisaran 10,9-11,2 persen. Namun pemerintah tidak menutupi kemungkinan terburuk yakni inflasi bisa mencapai 12,5 persen sampai akhir tahun.

"Kenaikan BBM mendorong perubahan indeks harga konsumsen. Inflasi 2008 berada 11,5% dan 12,5%. Mengenai dampak kenaikan BBM pada bulan kedua ada peningkatan, bulan berikutnya akan kembali normal," ujar Gubernur BI Boediono dalam rapat kerja dengan panitia anggaran di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/6/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menkeu Sri Mulyani menambahkan hingga 29 Mei 2008 beberapa asumsi makro jauh lebih tinggi dari target di APBNP. Inflasi terealisasi menjadi 8,9 persen, atau lebih tinggi dari target APBNP sebesar 6,5 persen.

"Kalau sampai akhir tahun itu untuk asumsi makro dan inflasi memang menjadi concern, akibat kenaikan harga minyak dan komoditi, perkiraan kita inflasi melonjak tajam dari perkiraan APBNP," ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi yang terealisasi sebesar 6,3 persen, suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 8 persen, nilai tukar rupiah lebh tinggi yakni Rp 9.245 per dolar AS.

Untuk harga minyak mentah Indonesia sudah mencapai US$ 104,8 dolar per barel. Angka untuk 5 bulan pertama ini lebih tinggi dari APBNP 2008, yang memberi batasan sampai US$ 100.

"Kalau lewat dari situ pemerintah bisa melakukan seperti hal di pasal 7 dan 14 UU APBNP," ujarnya.

Harga minyak mentah di pasar internasional saat ini bertahan di US$ 130 per barel apabila harga minyak terus tinggi maka otomatis harga minyak dalam APBN akan menembus US$ 110. "Jadi perkiraan ICP dari Juni-Desember itu US$ 115-120 per barel," ujarnya..

Sementara untuk konsumsi BBM sampai dengan April sudah mencapai 13 juta kiloliter, dari target 35,5 juta kiloliter untuk satu tahun konsumsi, sedangkan konsumsi elpiji sudah mencapai 0,4 juta kiloliter.

"Konsumsi ini bisa mencapai 39 juta kiloliter dimana itu di atas target APBN, kalau kita tidak merubah harganya karena perbedaan antara harga BBM dalam dan luar negeri jaraknya cukup lebar," ujarnya.
(ddn/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads