Kenaikan Harga Premium Penyumbang Inflasi Terbesar

Kenaikan Harga Premium Penyumbang Inflasi Terbesar

- detikFinance
Senin, 02 Jun 2008 14:50 WIB
Kenaikan Harga Premium Penyumbang Inflasi Terbesar
Jakarta - Inflasi Mei tercatat 1,41% dan secara year on year tembus 2 digit. Penyumbang inflasi terbesar adalah kenaikan harga premium yang berlaku mulai 24 Mei, yang menyumbang 0,29% dari inflasi 1,41%.

Sementara pada bulan Mei, kenaikan harga premium dicatat BPS sebesar 8,59%. Angka itu memang tidak sama persis dengan kenaikan harga premium 33,4% yang diumumkan pemerintah 23 Mei lalu.

Menurut Kepala BPS Rusman Heriawan, kenaikan tersebut belum seluruhnya terhitung. Pada 3 minggu pertama Mei, harga premium masih terhitung Rp 4.500, sementara harga Rp 6.000 baru diterapkan mulai 24 Mei.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi khusus untuk Juni masih berpotensi menaikkan inflasi," jelas Rusman dalam konferensi pers dikantor BPS, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (2/65/2008).

Dan setelah Juni, kata Rusman, kemungkinan kekuatan sumbangan premium terhadap inflasi baru akan berkurang.

BPS mencatat inflasi Mei sebesar 1,41%. Seluruh 45 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Banda Aceh 3,78 persen dan inflasi terendah di Palangkaraya 0,19 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Mei) 2008 sebesar 5,47 persen, sedangkan laju inflasi year on year (Mei 2008 terhadap Mei 2007) sebesar 10,38 persen.

Inflasi komponen inti pada bulan Mei 2008 sebesar 0,76 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Mei) 2008 sebesar 4,32 persen, sedangkan laju inflasi komponen inti year on year (Mei 2008 terhadap Mei 2007) sebesar 8,69 persen.

Penyumbang inflasi terbesar lainnya adalah elpiji sebesar 0,18%. Hal itu terjadi karena kelangkaan suplai di 14 kota, sehingga menyebabkan fluktuasi harga luar biasa. Selama Mei, harga elpiji 3 kg naik dari Rp 15.000 menjadi Rp 17.500. Kalau yang 15 kg dari 55.000 menjadi 65.000.

Selanjutnya adalah kenaikan harga beras yang menyumbang 0,13%. Hampir semua kota mengalami kenaikan harga beras, tertinggi di Banten kenaikannya 8,83%.

"Ini mengindikasikan panen itu jauh berkurang, dan ini harus segera diantisipasi pemerintah agar harga beras tidak terus naik kedepannya," tegas Rusman.

Sementara minyak tanah menyumbang 0,08%. Minyak tanah itu di eceran Rp 4467 per liter, naik menjadi 4591 per liter di bulan Mei atau naik 2,77%.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok- kelompok barang dan jasa sebagai berikut: kelompok bahan makanan 1,72 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,86 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 1,58 persen, kelompok kesehatan 0,69 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,37 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 2,23 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok sandang 0,16 persen.


(qom/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads