"Jika memang terbuka tentu akan kami kaji masuk sebagai investor dalam BUMN-BUMN yang akan diprivatisasi," kata Wakil Perdana Menteri Malaysia, Dato' Sri Mohd Nazib Tun Abdul Razak.
Hal itu diungkapkan Tun Abdul Razak ketika menghadiri acara penandatanganan rancangan merger Lippo dan CIMB-Niaga di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (2/6/2008).
Menurut Tun Abdul Razak, keinginan pihaknya untuk membeli perusahaan BUMN akan sangat tergantung dari pemerintah Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan BUMN yang siap dilego pemerintah tahun ini antara lain Krakatau Steel, Indonesia Power, serta BUMN-BUMN kecil.
(ir/qom)











































