Demikian dikatakan Dirjen Industri Alat Angkut dan Telematika Departemen Perindustrian Budi Dharmadi saat ditemui wartawan di kantornya, Jalan Gatot Subroto Jakarta, Senin (2/6/2008).
Sedikitnya 4 perusahaan akan merealisasikan investasinya pada pertengahan tahun ini. Pertama, Grup Arpeni Pratama Oceanline Tbk di Batam sekitar Rp 2,8 triliun dengan kapasitas 48.000 dead weight ton (DWT),
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga, PT Jasa Marina berinvestasi Rp 250 miliar yang akan berlokasi di Jawa
Tengah kapasitas 20-30 ribu DWT.
PT Noahtu Daya Darotama mengucurkan investasi Rp 50 miliar yang akan dibangun di Lampung dengan kapasitas 8.000 DWT.
"Diharapkan keempat investasi tersebut akan rampung pada akhir 2008," ungkapnya.
Sedangkan 3 investor lainnya berminat membangun di Lamongan Jawa Timur. "Sekarang masih dalam taraf uji coba dan pembebasan lahan," tambahnya.
Menurutnya alasan utama sektor ini mulai hidup karena adanya aturan cabotage atau kewajiban menggunakan kapal berbendera Indonesia.
Sementara berdasarkan data Departemen Perindustrian produksi kapal pada 2007 meningkat menjadi 350 ribu DWT dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 200 ribu DWT.
"Peningkatan produksi itu telah meningkatkan investasi di sektor ini dari Rp 4,7 triliun pada 2006 menjadi Rp 6,7 triliun di 2007," ujarnya.
Peningkatan biaya reparasi kapal juga meningkat dari 4,8 DWT menjadi 5,6 juta DWT denagn nilai investasi dari Rp 1,3 triliun menjadi Rp 1,5 triliun.
(arn/ddn)











































