Seperti dikutip situs Ditjen Migas, Senin (2/6/2008), peningkatan harga ICP sejalan dengan peningkatan harga minyak mentah utama di pasar internasional.
Aksi spekulasi di bursa berjangka komoditas minyak semakin meningkat sehubungan dengan terus melemahnya nilai tukar dolar AS terhadap mata uang dunia lainnya (terutama euro), sehingga mendorong investor mengalihkan sejumlah investasinya ke pasar komoditi, termasuk minyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, kekhawatiran pasar mengenai semakin terganggunya supali minyak mentah Nigeria, sehubungan dengan masih terhentinya produksi minyak mentah sekitar 50% dari kapasitas total akibat serangan pemberontak yang berkelanjutan terhadap fasilitas perminyakan di wilayah Niger Delta dan tetap menurunnya produksi minyak mentah dunia (OPEC dan Non OPEC), terutama Nigeria, Inggris dan Norwegia.
Terbatasnya suplai bensin di AS menjelang musim panas mendatang (driving season) sehubungan dengan cenderung menurunnya stok mingguan bensin serta dampak psikologis dari pernyataan OPEC yang tidak akan menambah produksi minyak mentahnya, meskipun harga minyak terus menunjukkan peningkatan juga meningkatkan harga minyak.
Berikut harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Mei 2008 dibandingkan bulan April, sebagai berikut:
- WTI (Nymex) naik US$ 13,00 per barel dari US$ 112,46 per barel menjadi US$ 125,46 per barel.
- Brent (IPE) naik US$ 13,89 per barel dari US$ 110,43 per barel menjadi US$ 124,32 per barel.
- Tapis (Platts) naik US$ 14,60 per barel dari US$ 116,55 per barel menjadi US$ 131,15 per barel.
- Basket OPEC naik US$ 13,23 per barel dari US$ 105,16 per barel menjadi US$ 119,28 per barel.










































