Kepala BPH Migas Tubagus Haryono menjelaskan, TPPI nantinya diharapkan bisa memproduksi sekitar 50 ribu barel per hari (bph) BBM.
"Kalau ini direalisasikan, ketergantungan kita terhadap impor BBM yang sekitar 400 ribu bph bisa berkurang 50 ribu bph," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (2/6/2008) malam.
Selama ini TPPI memproduksi petrokimia dari bahan baku kondensat. Masalah bahan baku ini pula yang sedang dicari pemecahaannya akan didapat darimana.
"Saat ini TPPI sedang berunding dengan Pertamina," tambah Tubagus.
Dirut Pertamina Ari Soemarno memilih tidak berkomentar ketika ditanya mengenai hal ini. "No comment saya," katanya.
Sebagai langkah pemecahan, Tubagus akan meminta bantuan pemerintah dengan melayangkan surat mengenai masalah ini ke Menteri ESDM dalam waktu dekat.
Pertamina saat ini memiliki 15% saham di TPPI. Sisa saham TPPI saat ini dimiliki oleh Tuban Petro (59,5%), Itochu Corporation (4,25%), Sojitz Corporation (4,25%). TPPI merupakan salah satu perusahaan petrokimia terbesar dengan produksi berupa produk aromatik seperti paraxylene, benzene, toluene dan orthoxylene.
(lih/qom)











































