"Di Tanjung Jabung Sumatera produksinya stop 4.000 barel karena didemo pemilik perkebunan. Akibatnya, suasana menjadi tidak kondusif," kata Kepala BP Migas R Priyono dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, di Gedung MPR/DPR, Senin malam (2/6/2008).
Namun ia tidak menjelaskan lebih lanjut apa yang diminta para pemilik kebun tersebut. Namun berdasarkan kabar yang beredar sengketa terkait masalah lahan. Yang pasti, ia menyayangkan ketidakamanan lokasi produksi minyak yang cukup penting untuk negara.
"Kami prihatin karena tidak ada jaminan keamanan, meskipun hari ini (Senin) lapangan sudah kembali berproduksi," katanya.
Lapangan Tanjung Jabung ini dikelola Petrochina Jabung (27,85715%), Petronas Carigali Jabung (27,85715%), PP Oil&Gas Indonesia-Jabung Ltd (30%), dan Pertamina (14,2857%).
(lih/ddn)










































