Negeri Jiran itu bahkan mengambil langkah yang lebih dramatis dengan menghapus seluruh subsidi BBM-nya, dan menyerahkan harga sesuai mekanisme pasar mulai Agustus.
Rencana tersebut akan diumumkan oleh pemerintah Malaysia pada Rabu (3/6/2008). Malaysia akan menghapuskan subsidi BBM yang mengambil porsi sepertiga dari belanja APBN Malaysia. Padahal Malaysia kini merupakan net oil exporter dengan pendapatan sekitar US$ 77,6 miliar per tahun untuk setiap 1 dolar AS kenaikan harga minyak dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Malaysia sudah mengeluarkan larangan bagi warga asing untuk membeli BBM bersubsidinya. Namun lonjakan subsidi akibat kenaikan harga minyak dunia tak mampu lagi dipikul oleh negara eksportir minyak terbesar Asia itu.
Kenaikan harga minyak mentah dunia memang telah memaksa negara-negara Asia mulai dari Indonesia hingga India untuk terus mengurangi subsidi guna mengurangi tekanan dalam APBN-nya.
Menurut Menteri Perdagangan Dalam Negeri Malaysia mengatakan, harga BBM sesuai mekanisme pasar akan mulai diberlakukan mulai Agustus.
Berdasarkan harga BBM mengambang sesuai mekanisme pasar di Singapura, makaharga premium berartinaik hingga 69% menjadi 86 sen atau sekitar Rp 8.000. Sementara harga solar akan naik hingga 157% menjadi sekitar Rp 10.050 per liter.
Angka ini lebih tinggi dari kenaikan harga BBM yang diumumkan oleh pemerintah Indonesia 23 Mei lalu. Premium naik menjadi Rp 6.000, sementara solar naik menjadi Rp 5.500 per liter.
"Jika Malaysia memakai harga BBM sesuai pasar dunia --menggunakan harga Singapura sebagai perbandingan, maka itu berarti seluruh harga bensin akan naik lebih dari 100%," kata Alvin Liew, ekonom dari Standard Chartered seperti dikutip dari Reuters.
(qom/ir)











































