Malaysia akan Naikkan Harga BBM Hingga 157%

Malaysia akan Naikkan Harga BBM Hingga 157%

- detikFinance
Rabu, 04 Jun 2008 10:59 WIB
Malaysia akan Naikkan Harga BBM Hingga 157%
Kuala Lumpur - Lonjakan harga minyak mentah dunia memaksa negara-negara Asia menaikkan harga BBM. Setelah Indonesia, kini giliran Malaysia yang akan menaikkan harga BBM-nya.

Negeri Jiran itu bahkan mengambil langkah yang lebih dramatis dengan menghapus seluruh subsidi BBM-nya, dan menyerahkan harga sesuai mekanisme pasar mulai Agustus.

Rencana tersebut akan diumumkan oleh pemerintah Malaysia pada Rabu (3/6/2008). Malaysia akan menghapuskan subsidi BBM yang mengambil porsi sepertiga dari belanja APBN Malaysia. Padahal Malaysia kini merupakan net oil exporter dengan pendapatan sekitar US$ 77,6 miliar per tahun untuk setiap 1 dolar AS kenaikan harga minyak dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga BBM Malaysia termasuk yang termurah di Asia. Harga BBM di Malaysia hanya sedikit lebih tinggi ketimbang Myanmar. Dengan harga yang kurang dari separuh harga BBM di Singapura, maka setiap akhir pekan penduduk dari Singapura biasanya pergi ke Malaysia untuk sekedar membeli BBM dan belanja sembako.

Pemerintah Malaysia sudah mengeluarkan larangan bagi warga asing untuk membeli BBM bersubsidinya. Namun lonjakan subsidi akibat kenaikan harga minyak dunia tak mampu lagi dipikul oleh negara eksportir minyak terbesar Asia itu.

Kenaikan harga minyak mentah dunia memang telah memaksa negara-negara Asia mulai dari Indonesia hingga India untuk terus mengurangi subsidi guna mengurangi tekanan dalam APBN-nya.

Menurut Menteri Perdagangan Dalam Negeri Malaysia mengatakan, harga BBM sesuai mekanisme pasar akan mulai diberlakukan mulai Agustus.

Berdasarkan harga BBM mengambang sesuai mekanisme pasar di Singapura, makaharga premium berartinaik hingga 69% menjadi 86 sen atau sekitar Rp 8.000. Sementara harga solar akan naik hingga 157% menjadi sekitar Rp 10.050 per liter.

Angka ini lebih tinggi dari kenaikan harga BBM yang diumumkan oleh pemerintah Indonesia 23 Mei lalu. Premium naik menjadi Rp 6.000, sementara solar naik menjadi Rp 5.500 per liter.

"Jika Malaysia memakai harga BBM sesuai pasar dunia --menggunakan harga Singapura sebagai perbandingan, maka itu berarti seluruh harga bensin akan naik lebih dari 100%," kata Alvin Liew, ekonom dari Standard Chartered seperti dikutip dari Reuters.



(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads