Setoran Privatisasi BUMN Nyaris Nihil Tahun 2008

Setoran Privatisasi BUMN Nyaris Nihil Tahun 2008

- detikFinance
Rabu, 04 Jun 2008 10:54 WIB
Setoran Privatisasi BUMN Nyaris Nihil Tahun 2008
Jakarta - Meski ditargetkan sebesar Rp 500 miliar, setoran dari hasil privatisasi BUMN tahun ini bisa dikatakan nyaris tidak ada. Semua dana hasil privatisasi akan digunakan internal BUMN untuk peningkatan dan ekspansi bisnisnya.

Demikian disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil dalam coffee morning dengan wartawan di Gedung Garuda, Jakarta, Rabu (4/6/2008).

"Penerimaan untuk APBN dari privatisasi tahun ini sedikit sekali. Bisa dikatakan tidak ada. Karena hasil privatisasinya akan digunakan untuk memperkuat," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalaupun ada tambahan penerimaan untuk APBN merupakan hasil penjuala saham-saham minoritas pemerintah di 7 perusahaan.

Yang dijual adalah saham-saham pemerintah yang tinggal 1-2%. Dari penjualan itu, bisa menambah penerimaan APBN sebesar RP 500 miliar.
 
"Untuk APBN paling hanya Rp 500 miliar. Tidak banyak memang, itu dari penjualan saham-saham kecil yang tinggal 1-2%. Tidak mungkin lagi kita kelola, kita jual," katanya.

Pasar Murah Sembako Juli

Sofyan menambahkan BUMN akan menggelar operasi pasar sembako pada awal Juli 2008. Pasar murah sembako ini merupakan bagian dari program kompensasi kenaikan BBM 24 Mei lalu.
 
Menurut Menneg BUMN Sofyan Djalil, operasi pasar paket sembako ini sengaja dilakukan tidak berdekatan dengan pembagian BLT sehingga bisa ada pemerataan bantuan.
 
"Operasi sembako BUMN memang tidak kita lakukan sekarang karena BLT baru saja dibagikan. Jadi mungkin awal Juli nanti," katanya.
 
Ada sekitar 4 juta paket senilai masing-masing Rp 50.000 yang akan dibagikan. Sehingga nilai total paket sembako yang dibagikan Rp 200 miliar. "Anggaran BUMN yang dikeluarkan untuk paket sembako ini dari dana PKBL (Program Kemitraan Bina Lingkungan)," katanya.
(lih/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads