Harga bensin naik 11%, sementara solar naik 9,4%. Sebelum kenaikan harga BBM, harga bensin adalah 45,52 Rupee atau sekitar Rp 9.950 per liter, sementara solar 31,76 Rupee atau sekitar Rp 7.000. Namun harga minyak tanah yang umumnya digunakan oleh masyarakat miskin tidak dinaikkan.
Harga tersebut juga masih lebih tinggi dari harga BBM baru yang diumumkan oleh pemerintah Indonesia 23 Mei lalu. Premium naik menjadi Rp 6.000, sementara solar naik menjadi Rp 5.500 per liter dan minyak tanah jadi Rp 2.500 per liter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah India juga menaikkan harga elpiji hingga 50 Rupee atau sekitar Rp 11.000 per tabungnya.
Seperti halnya dengan Indonesia, pemerintah India juga memerlukan waktu hingga berminggu-minggu sebelum akhirnya membuat keputusan ini. India harus mencari cara untuk menutup kerugian dari BUMN perminyakannya yang menjual BBM pada harga diskon, sementara harga minyak mentah dunia terus melonjak.
"BUMN ini semakin kehabisan uang sehingga mereka kemungkinan harus membatasi impornya," ujar Sekretaris Perminyakan India, MS Srinivasan.
Srinivasan mengatakan, kenaikan harga BBM kemungkinan akan menaikkan inflasi hingga 50 basis poin. India sendiri kini sedang dilanda tingginya inflasi yang menembus angka tertinggi dalam 4 tahun terakhir yakni 8,1%.
Pada Februari lalu, India menaikkan harga BBM untuk pertama kalinya setelah 20 bulan. Harga premium naik 4,6%, solar naik 3,3%.
Kenaikan harga minyak mentah dunia memang memaksa negara-negara di seluruh dunia yang masih mensubsidi BBM untuk menaikkan harga. Selain Indonesia, India, Taiwan, Malaysia juga berniat menaikkan harga BBM. Malaysia yang terhitung net oil exporter bahkan akan memberlakukan harga mengambang sesuai mekanisme pasar per Agustus.
Β
(qom/ir)











































