Hal ini diputuskan dalam rapat kerja antara Komisi VII DPR RI dan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bahwa produksi batubara dan gas masuk dalam asumsi APBN 2009.
"Kami dari DPR menyepakati bahwa produksi gas dan batubara masuk APBN 2009 nanti, bagaimana detailnya sebaiknya akan kita bahas dirapat-rapat berikutnya," kata Ketua Komisi VII DPR Airlangga Hartarto dalam acara raker komisi VII, di Gedung DPR RI, Senayan, Rabu malam (4/6/2008).
Sementara Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengatakan, sekarang sudah saatnya ada perubahan mengenai paradigma asumsi penerimaan negara di luar minyak. Maklum, lanjut Purnomo sebelumnya produksi minyak memang menjadi andalan sebagai pemasukan negara sehingga tidak heran hanya minyak saja yang digenjot produksinya pada masa lalu.
"Pemerintah usulkan memasukkan dua asumsi tambahan produksi terkait dengan peranan minyak yang susut dan meningkatnya gas dan batubara mendatang. Jadi tiga asumsi itu asumsi lifting produksi minyak, produksi gas dan batubara," jelas Purnomo.
Dengan masuknya produksi batubara dan gas dalam asumsi APBN, maka diharapkan penerimaan negara akan semakin meningkat.
"Produksi minyak sekarang minyak telah menyusut, produksi gas dan batubara semakin naik, sudah saatnya gas dan batubara juga dioptimalkan penerimaannya," seru Purnomo.
Walaupun sudah menyetujui, namun tampaknya DPR nampaknya tidak mau gegabah. Hal itu dapat dilihat dari belum ditetapkannya besaran asumsi produksi batubara dan gas, yang masih akan dibahas dalam rapat selanjutnya.
Dalam rapat tersebut pemerintah mengusulkan asumsi produksi batubara mencapai 250 juta ton per tahun dan asumsi produksi gas 7.000 juta kaki kubik per hari.
Selain itu juga disepakati produksi minyak untuk APBN 2009 antara 927.000 hingga 950.000 barel per hari, harga minyak Indonesia (ICP) disepakati US$ 95 hingga 120 US$ per barel, dan kuota BBM bersubsidi 38,854 juta kiloliter.
Kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi itu terdiri dari premium 20,444 juta kiloliter, premium 5,804 juta kiloliter, dan solar 12,605 juta kiloliter.
(hen/qom)










































