Harga Minyak Booming, RI 'Goda' Miliuner Timur Tengah

Harga Minyak Booming, RI 'Goda' Miliuner Timur Tengah

- detikFinance
Kamis, 05 Jun 2008 11:43 WIB
Harga Minyak Booming, RI Goda Miliuner Timur Tengah
Jakarta - Tingginya harga minyak mentah dunia membuat pengusaha dari negara-negara Timur Tengah kebanjiran uang. Sebagai negara berkembang, Indonesia pun berusaha 'menggoda' para miliuner Arab ini agar mau berinvestasi di Indonesia.

Seperti yang disampaikan Staff Khusus Presiden Urusan Timur Tengah Alwi Shihab. Ketika harga minyak naik menerus, adalah kesempatan bagi pengusaha-pengusaha Arab untuk berekspansi ke seluruh dunia, salah satunya Indonesia.

"Sebagian besar negara Timur Tengah adalah anggota OPEC. Ketika harga minyak naik terus, para pengusaha Timur Tengah ini pun mengeksplorasi kesempatan-kesempatan berbisnis di seluruh dunia. Dan saya yakin Indonesia bisa memanfaatkan itu," katanya dalam sambutan di The 3rd Annual Summit of the Arab Asian Financial Forum di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (5/6/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ratusan investor Asia dan Arab berkumpul untuk membicarakan setidaknya tiga sektor yang sedang naik daun saat ini. Ketiga sektor itu adalah keuangan, perbankan, dan energi.

Dalam 3rd Annual Summit of the Arab Asian Financial Forum yang digelar mulai 5-6 Juni 2008 di Hotel Mulia, Jakarta.

Dalam beberapa tahun belakangan, beberapa negara Saudi Arabia, Kuwait dan UAE telah menanamkan investasi di Indonesia senilai US$ 3 miliar. Kebanyakan investasi ditanam di sektor pariwisata.

Investor tersebut diantaranya: Etisalat yang mengambil 15,97% saham di Excelcomindo senilai 1,6 miliar dinar. Etisalat juga mengambil 1,132 miliar saham di perusahaan telekomunikasi milik Rajawali Group.

Emaar properties telah investasi US$ 600 juta di di proyek-proyek perumahan di Lombok. Saudi Arabia Kingdom Holding Company juga berencana meningkatkan investasinya di sektor pariwisata dan hotel.

Saat ini Kingdom Holding COmpany sudah berinvedtasi di dua hotel mewah dan perbankan di Jakarta. AL Baraka Banking Group akan melaunching AL Baraka Bank Indonesia malam ini.

Sementara itu, dana dari Islamic Development Bank dan 2003-2006 mencapai sekitar US$ 288 juta. Kebanyakan untuk proyek pendidikan, fasilitas, perdagangan, rumah sakit, dan proyek di SUmatera.

Dan total dana pendampingan yang diterima Indonesia dari Saudi Fund untuk pembangunan telah mencapai US$ 233,79 juta sejak 1976.

"Tapi investasi-investasi ini masih kecil dibandingkan investasi asing lainnya. Untuk alasan inilah pemerintah Indonesia harus membahas kesempatan berinvestasi di sini," jelasnya. (lih/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads