Menurut Staff Khusus Presiden Urusan Timur Tengah Alwi Shihab, banyak investor Timur Tengah yang agresif ke sektor agroindustri karena pemerintah disana memberikan insentif khusus pada perusahan yang mengembangkan pangan.
"Kebijakan pemerintah Timur Tengah ini terkait masalah krisis pangan yang dihadapi dunia belakangan ini. Sehingga pemerintahnya justru memberikan insentif bagi mereka yang investasi di agorindustri," ujarnya disela Arab Asian Financial Forum di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (5/6/2008).
Produk pangan yang diincar untuk dikembangkan terutama adalah beras. Untuk itu mereka membutuhkan ketersediaan lahan yang cukup luas baik di Jawa ataupun luar Jawa.
"Untuk itu, kita harus cepat tanggap. Kalau lambat, bisa-bisa mereka malah lari ke Thailand atau Vietnam," katanya.
Sejauh ini, menurut Alwi, pemerintah sangat mendukung rencana tersebut. Hanya saja, kemudian perlu ditegaskan, berapa persen hasil produksi yang bisa digunakan dalam negeri, dan berapa yang akan diekspor ke negara investor.
"Saya harap, dalam 3 bulan ini kita bisa memberi jawaban mengenai masalah ketersediaan lahannya," katanya.
(lih/qom)











































