Demikian disampaikan Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi ketika ditemui detikFinance, di kantornya Jalan Ahmad Yani, Jakarta, Kamis (5/6/2008).
Jika dirinci lebih lanjut penerimaan bea masuk sebesar Rp 7,395 triliun, cukai Rp 17,842 triliun dan bea keluar Rp 5,847 triliun. "Targetnya dinaikkan terus ya," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada periode 1 Januari hingga 29 Mei saja, setoran dari KPU Tanjung Priok sudah mencapai Rp 4,617 triliun atau 54,02 persen dari targetnya.
Pada tahun 2006, setoran di KPU ini mencapai 110,47 persen sebesar Rp 8,426 triliun. Sedangkan di tahun 2005 mencapai Rp 6,380 triliun.
Selain itu dari sisi pengawasan terhadap kinerja ekspor impor aparat BC berhasil menegah beberapa penyelundupan kayu ebony, kayu gergai, rotan asalan, meat bone meal, truk bekas, mobil mewah, tabung, kompor gas, mobil mewah, pupuk, pasir timah, kondom bekas, jet sky, benda purbakala, senjata api dan berbagai macam operasi intelijen.
Sementara dari sisi pengawasan aparat BC, seiring berkembangnya teknologi informasi, modus operandi suap semakin canggir.
Modus suap sudah tidak melalui penyerahan langsung, tetapi bisa melalui transfer rekening, telepon, sms atau kurir sehingga semakin sulit terdeteksi oleh kemampuan petugas internal BC dan atasan langsung.
Surat rahasia bernomor SR-49/BC/2008 pun dikirim oleh Bea Cukai kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Surat tersebut langsung dijawab oleh KPK dan kemudian pada 30 Mei hingga 1 Juni 2008 digelar sidak di KPU Tanjung Priok yang hasilnya sudah diketahui luas.
(ddn/qom)











































