Menneg BUMN Sofyan Djalil pada Rabu (4/6/2008) menantang manajemen KS untuk bisa IPO pada September 2008. IPO dinilai paling realistis karena rencana privatisasi KS menurut Sofyan sudah masuk ranah politik meski secara ekonomi mitra strategis menguntungkan.
Sofyan mengatakan IPO KS bisa dilakukan secara bertahap seperti menjual 5% saham dulu jika pasar sedang buruk, baru kemudian kalau pasar bagus bisa dilepas hingga 40%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami belum tahu apakah pernyataan dari Menneg BUMN itu keluar dari konteks mitra strategis. Tapi kami tahu bahwa IPO juga merupakan salah satu opsi," kata Haroon menjawab pertanyaan detikFinance melalui email yang dikirim dari London, Jumat (6/6/2008).
Menurut Haroon, ArcelorMittal hingga kini tetap berpegang pada tiga proposal yang diajukan sebelumnya, yakni menjadi mitra strategis KS dengan jumlah saham minoritas. Membuat perusahaan baja baru dalam bentuk joint venture dengan KS. Serta menjalin joint venture dengan Antam untuk tambang bijih besi.
"Kami menunggu jawaban resmi dari pemerintah dan bagaimana proses privatisasi ini akan dilakukan," katanya.
Sambil menanti keputusan pemerintah itu, menurut Haroon, pihaknya akan kembali melakukan dialog lebih jauh dengan para pemegang saham.
"Kami percaya tawaran mitra strategis memberikan banyak keuntungan kepada Krakatau Steel seandainya opsi IPO susah direalisasikan. Kami mengirimkan surat kepada KS dan Antam sebagai undangan untuk melakukan diskusi yang detail tentang proposal yang kami ajukan," pungkas Haroon.
Perusahaan baja milik miliuner Lakshmi Narayan Mittal ini memang dikenal ulet mengakuisisi perusahaan yang menjadi targetnya. ArcelorMittal menguasai 10% pasar dunia dengan produksi di tahun 2007 mencapai 116 juta ton untuk pabriknya yang tersebar di 60 negara.
Pada tahun 2007, Mittal telah melakukan 35 transaksi baik pembelian maupun penjualan asetnya, yang 14 transaksi tersebut senilai US$ 12,3 miliar sudah rampung. Akankah Krakatau Steel jatuh pula dalam 'pelukan' Mittal?Berikut sedikit jejak akuisisi Mittal di tahun 2007:
- Menjual Huta Bankowa di selatan Polandia sebagai komitemen kepada Uni Eropa ketika merger Arcelor dengan Mittal
- Melakukan joint venture dengan Jarallah Group di Arab saudi
- Membangun pabrik baja baru di Polandia.
- Menuntaskan akuisisi Sicartsa di Meksiko dengan posri 50/50 dengan Grupo Villacero.
- Ekspansi ke Turki dengan mengakuisisi 51% pabrik baja Rozak.
- Akuisisi 70% distribusi pabrik baja di Italia melalui Carminati Distribuzione
- Akuisisi Noble International, salah satu produsen baja besar di Amerika Serikat
- Akuisisi 28% kepemilikan di China Oriental Group Company Ltd.











































