Selama ini inflasi di wilayah ini lebih tinggi dari inflasi nasional. Namun biasanya setelah ada kenaikan BBM maka akan lebih rendah dari inflasi nasional.
Demikian disampaikan oleh Pimpinan BI Yogyakarta Tjahjo Oetomo dalam acara Lokakarya Wartawan Bidang Ekonomi dan Moneter, "Kebijakan dan Operasional Pengelolaan Moneter, di Hotel Santika, Yogyakarta, Jumat (6/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya selama ini inflasi Yogyakarta dipicu oleh faktor permintaan yang bersifat musiman karena menyangkut peran kota Yogyakarta sebagai kota wisata dan pendidikan karena banyaknya pendatang.
Inflasi Yogyakarta pada Mei 2008 mencapai 1,08% hal ini jauh lebih tinggi dari pencapaian dari bulan April yang hanya 0,22%, namun berada dibawah inflasi tingkat nasional yang mencapai 1,41%.
Dia menuturkan inflasi tahun kalender (Januari-Mei) Yogyakarta dilaporkan berada di level 4,18% dan inflasi tahunan (year on year) Mei berada di angka 10,36%.
Tingginya inflasi pada bulan Mei dipicu oleh kelompok transportasi, komunikasi, jasa dan perbankan sebesar 0,33%, termasuk bensin yang menyumbang 0,28%. Pada tahun 2006 inflasi di Yogyakarta mencapai 10,41% dan pada tahun 2007 mencapai 7,99%
Untuk dampak kenaikan BBM terhadap pertumbuhan ekonomi Yogyakarta diperkirakan relatif sama dengan tahun 2007 lalu. Meskipun ada kemungkinan akan sedikit lebih rendah yaitu 4% hingga 4,5%. Pencapaian pertumbuhan ekonomi triwulan I-2008 mencapai 6,3%. (hen/ir)











































