Manfaatkan Saja Siprus

Laporan dari Roma

Manfaatkan Saja Siprus

- detikFinance
Jumat, 06 Jun 2008 22:20 WIB
Manfaatkan Saja Siprus
Roma - Sudah saatnya Indonesia memanfaatkan Siprus sebagai jembatan penghubung antara Uni Eropa dan Timur Tengah untuk produk Indonesia. Β 

Upaya itu telah ditunjukkan KBRI Roma dengan mengerahkan pengusaha Indonesia berpartisipasi dalam Cyprus International Fair (CIF) ke-33 atau dikenal juga Cyprus Expo 2008.

CIF merupakan salah satu pameran internasional terbesar yang dikunjungi kurang lebih 300.000 orang. Pada umumnya mereka merupakan pembeli retail lokal dan beberapa importir dari Siprus dan negara Uni Eropa (UE), Korfungsi Pensosbud Pramudya Sulaksono kepada detikfinance menuturkan, Jumat (6/6/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Produk yang dipamerkan di CIF berupa peralatan rumah tangga, elektronik, peralatan bangunan dan pertanian, kendaraan bermotor, garmen, produk kulit, perhiasan, kosmetik, produk kerajinan, furniture dan lain sebagainya.

Tercatat 3 perusahaan ekportir Indonesia yang berpartisipasi, yaitu Kharisma Harvest Indonesia (Jakarta), Sanbreo Handicraft (Klaten), dan Theo Classic (Bali). Mereka menempati stan seluas 32 m2 di Pavilion Bazar. Ini merupakan partisipasi Indonesia kali kedua setelah CIF 2007.

Selain Indonesia, CIF ke-33 juga diikuti kurang lebih dari 300 peserta yaitu dari Siprus sendiri dan 26 negara antara lain Amerika Serikat, Spanyol, Italia, Yunani, Hongaria, Republik Ceko, Syria, Mesir, Taiwan, Singapura dan lain lain.

Peluang

KBRI Roma mendukung esktra dengan menyediakan brosur, standing banner dan penayangan film tentang beberapa obyek wisata dan promosi untuk Tradexpo 21-25 Oktober 2008. Di samping itu dipromosikan juga sample produk genteng & conblock karet dan glassware.

Pada kesempatan tersebut, terdapat pula produk furniture rotan (indoor) dan kayu (outdoor) asal Cirebon yang dipromosikan pengusaha Siprus, Petos Philippides dari Prunabon Enterprises Ltd.

Sanbreo Handicraft (Klaten) menangkap peluang dengan menawarkan kerjasama penjualan furniture outdoor kepada Prunabon Enterprises Ltd. Diakui oleh pihak Prunabon bahwa harga yang ditawarkan tersebut cukup bersaing, kualitas produk cukup bagus dan ternyata harga jual produk sejenis diimpor dari Indonesia yang dipasarkan di Siprus sangat tinggi.

Surplus

Berdasarkan data BPS ditunjukkan bahwa neraca perdagangan Indonesia dan Siprus dalam periode 2003-2007 selalu menunjukan surplus bagi Indonesia dan di 2007 volumenya sebesar US$12,2 juta. Tingkat pertumbuhan ekspor sebesar 3% dari US$10,6 juta (2003) menjadi US$12,5 juta (2007).

Republik Siprus saat ini diharapkan dapat menjadi jembatan penghubung antara UE dengan Timur Tengah bagi Indonesia untuk pemasaran produk dan jasa, sehingga diharapkan pada waktu mendatang pengusaha Indonesia perlu mempertimbangkan untuk mengikuti pameran CIF dengan menampilkan produk industri yang lebih berkualitas.

Stabilitas

Secara resmi CIF yang berlangsung 10 hari (23/5 – 1/6/2008) dibuka di Nicosia oleh Presiden Republik Siprus Demetris Chritofias dan dihadiri oleh beberapa menteri kabinet Siprus, anggota parlemen serta perwakilan asing untuk Siprus.

Menurut Chritofias, pameran ini diupayakan untuk peningkatan stabilitas ekonomi, peluang dan kesempatan pasar, hubungan kerjasama dengan negara UE dan negara lainnya termasuk Asia. Turut hadir Duta Besar RI Roma beserta staf pada acara pembukaan.

Dari CIF ini telah terjadi transaksi dagang antara pengusaha Indonesia dengan pembeli yang bersifat retail dan kontak dagang dengan importir yang masih perlu ditindaklanjuti.
(es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads