Negara Asing Apresiasi Pertanian RI

KTT Ketahanan Pangan, Roma

Negara Asing Apresiasi Pertanian RI

- detikFinance
Sabtu, 07 Jun 2008 04:20 WIB
Negara Asing Apresiasi Pertanian RI
Roma - Mentan AS Edward Thomas Schafer menyatakan cara RI dalam meningkatkan produksi padi dapat dijadikan model untuk ditiru oleh negara lain.

Pernyataan eksplisit Mentan Schafer terhadap Indonesia itu diterima melalui Mentan Anton Apriyantono dalam pertemuan bilateral yang dilakukan di sela-sela KTT.

Selain dengan Schafer, totalnya di sela-sela KTT yang singkat itu Anton berhasil melakukan 10 pertemuan bilateral. Tujuh di antaranya atas permintaan negara-negara sahabat, yakni dengan Presiden dan Mentan Madagaskar, Mentan Afrika Selatan, Mentan Malaysia, Mentan Filipina, Mentan Selandia Baru, Mentan Inggris, dan Mentan Srilanka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan tiga pertemuan bilateral lainnya adalah permintaan Indonesia, dengan Mentan Saudi Arabia, Mentan Slowenia yang negaranya sedang menjabat sebagai Presiden EU, dan Dirjen FAO, Atase Pertanian KBRI Roma Erizal Sodikin menuturkan kepada detikfinance malam ini atau Sabtu (7/6/2008).

Dari rangkaian pertemuan tersebut mencerminkan bahwa sektor pertanian Indonesia cukup diperhitungkan oleh banyak negara luar dan mereka berminat bekerjasama maupun mendapatkan bantuan dari para ahli pertanian Indonesia, seperti disampaikan Malaysia, Madagaskar, Srilanka, dan Afrika Selatan.

Beberapa negara khususnya negara maju seperti Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Inggris juga menilai Indonesia adalah mitra strategis dalam kerjasama sektor pertanian.

Mereka menyadari peran kunci Indonesia dalam perundingan soal perdagangan produk pertanian di pasar global, yang sekarang menjadi topik perdebatan hangat dalam KTT dikaitkan dengan mahalnya harga bahan pangan akhir-akhir ini.

Melihat reaksi negara luar yang begitu menghargai prestasi Indonesia, Mentan justru merasa heran dengan sebagian orang Indonesia sendiri yang justru selalu merendahkan segala upaya yang dilakukan pemerintah dan masih merasa kurang percaya diri dengan kemampuan bangsa sendiri.

Sudah saatnya Indonesia merubah paradigma dari negara yang mengharapkan bantuan menjadi negara yang diharapkan bantuannya oleh negara lain khususnya di sektor pertanian, demikian Mentan Anton Apriyantono. (es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads