"Kami sedang memproses berbagai persiapan kesana. Tahun ini diharapkan mulai operasi secara bertahap," ujar Direktur BBJ, JW Sudomo, disela acara simulasi di Hotel Grand Preanger, Jl Asia Afrika, Bandung, Sabtu (7/6/2008).
Sudomo menjelaskan bahwa produksi CPO nasional yang mencapai 18 juta ton pada 2007 lalu, menunjukkan perkembangan sektor industri perkebunan sawit yang potensial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudomo mengungkapkan, bahwa usulan mengenai pelelangan tersebut datang dari Meneg BUMN, Sofyan Djalil, dalam pembicaraan kedua belah pihak beberapa waktu yang lalu.
"Jadi waktu itu pak Sofyan mengundang kami dan mengusulkan diadakan wadah pelelangan yang diselenggarakan oleh BBJ," ujar Sudomo.
Menurut Sudomo, sejauh ini proses pengembangan sistem teknologi informasi sedang disusun dan diharapkan rampung dalam 1 atau 2 bulan ke depan.
"Nilai investasinya kecil kok. Hanya sekitar Rp 1 miliar," ungkap Sudomo.
Untuk itu, BBJ telah mengadakan pembicaraan dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan dalam waktu dekat akan mengadakan pertemuan dengan dewan sawit nasional.
"Gapki sudah setuju dan kami harapkan semua anggotanya akan ikut serta dalam rencana ini. Dewan Sawit saya kira juga akan setuju, namun akan kami bicarakan lebih lanjut lagi dengan mereka," ujar Sudomo.
Sudomo mengungkapkan bahwa usulan Meneg BUMN tersebut akan bisa berdampak positif pada perkembangan BBJ ke depan. Wadah pelelangan tersebut, diharapkan dapat menjadi langkah awal BBJ untuk menjadikan komoditas CPO sebagai salah satu komoditas transaksi kontrak berjangka (futures trading).
"Apalagi kalau sistem IT wadah tersebut sudah rampung, tentu komoditas lainnya juga bisa dibuatkan wadahnya," ujar Sudomo. (dro/ir)











































