Hal tersebut disampaikan Dirut PT Perusahaan Listrik Negara (persero) Fahmi Mochtar usai bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (9/6/2008).
"Perkiraan kita kalau beban puncaknya masih seperti kemarin-kemarin, tidak ada penghematan dari pelanggan, kita akan kekurangan sekitar 300 MW. Tetapi ini sebetulnya relatif berkisar 2 persen dari stok kita, tetapi kalau ada penghematan dari pelanggan situasi membaik dengan pengertian tidak ada pemadaman," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemadaman itu masih dalam batas kontrol kita, karena pembangkit kita sampai hari Rabu yang punya swasta masih dalam proses pemeliharaan," ujarnya.
Kalangan pengusaha juga sudah diminta untuk berhemat. "Karena itu, kami sudah berkoordinasi dengan Kadin sebetulnya oleh Kadin menghadapi situasi ini mudah-mudahan ada sosialisasinya. Beberapa anggota asosiasi yang tergabung yang bergerak soal industri mau berkonsentrasi dalam pasokan yang kurang seperti ini," ujarnya.
Fahmi menambahkan sejak 2006, tidak ada penambahan pembangkit-pembangkit listrik besar namun di sisi lain pertumbuhan permintaan listrik tetap tinggi sehingga cadangan menipis.
"Kalau pembangkit kita ada yang diplihara maka tentu semakin tipis lagi cadangannya. situasi yang dihadapi sekarang ini ya itu. Kemudian kondisi BBM kita terbatas, tetapi sebetulnya soal BBM tak ada masalah," ujarnya.
(ddn/ir)










































