Kencana Gula Manis Investasi Pabrik Gula Rp 680 Miliar

Kencana Gula Manis Investasi Pabrik Gula Rp 680 Miliar

- detikFinance
Senin, 09 Jun 2008 15:38 WIB
Kencana Gula Manis Investasi Pabrik Gula Rp 680 Miliar
Jakarta - PT Kencana Gula Manis (KGM) menyiapkan investasi untuk peningkatan kapasitas Pabrik Gula (PG) Ngadirejo di Kediri Jatim yang dikelola PTPN X sebesar Rp 680 miliar.

Investasi itu terdiri dari Rp 550 miliar untuk peningkatan kapasitas produksi gula sampai dengan 10.000 ton dari 5.200 ton per cane per day (TCD) dan Rp 130 miliar per tahun untuk modal kerja.

Demikian disampaikan Direktur PT KGM Agus Tjokrobintoro dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Senin (9/6/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kerjasama ini merupakan kerjasama operasi build on transfer (BOT) dengan PG Ngadirejo dan PTPN X dengan masa kerjasama selama 25 tahun.

KGM akan menangani seluruh aspek operasional PG Ngadirejo, baik itu aspek On-Farm dan Off-Farm.

Di sektor on farm yaitu memberikan insentif, penyuluhan dan bimbingan untuk petani dan investasi off farm yaitu dengan  penggunaan teknologi mesin-mesin terkini sebagai upaya menyeluruh untuk menaikkan rendemen petani yang saat ini sekitar 7,2% menjadi 9,9%.

Sebagai investor, sumber pengembalian investasi KGM di PG Ngadirejo adalah dari peningkatan produksi di atas produksi rata-rata dalam 3 tahun. Pada akhir periode kerjasama, seluruh aset PG termasuk yang dibangun oleh KGM harus dikembalikan kepada PTPN X tanpa kompensasi apa pun.

Tidak ada pengalihan atau penjualan aset dalam pola kerja sama ini, melainkan kerja sama operasi (KSO) dengan pola BOT.

Keseluruhan biaya untuk pola kerjasama ini akan ditanggung sepenuhnya oleh PT KGM sehingga tidak akan membebani PTPN X secara finansial. KGM akan menanggung seluruh biaya investasi-capital expenditure dan biaya operasional PG Ngadirejo. PTPN juga dibebaskan dari kewajiban finansial.

KGM nantinya hanya akan menerima pendapatan dari pertambahan produksi gula yang dihasilkan saja.

"Program revitalisasi PG Ngadirejo melalui kerjasama strategis ini meliputi seluruh aspek operasional pabrik gula sehingga mencapai best practice operasional PG kelas dunia. Program revitalisasi ini akan berdampak positif terhadap kesejahteraan petani karena akan meningkatkan rendemen sebesar 2,7 % sehingga pendapatan petani akan naik sebesar 25%," ujar Agus.
(ddn/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads