Pemetaan listrik itu, menurut Wakil Ketua Kadin bidang ESDM Dito Ganinduto, akan digunakan industri sebagai antisipasi dalam menjalankan bisnisnya kedepan.
"Kita minta PLN untuk membuat mapping daya listrik. Kira-kira daya yang ada seberapa. Jadi kalau ternyata memang listriknya kurang, industri bisa siap-siap mencari jalan keluarnya. Apakah harus sedia genset atau bangun pembangkit sendiri," katanya ketika dihubungi wartawan, Senin (9/6/2008).
Pertemuan antara PLN dengan berbagai asosiasi ini dilakukan di kantor Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) di Bandung, Jawa Barat, hari ini. Beberapa asosiasi yang ikut pertemuan tersebut antara lain pertekstilan, jasa boga, HKI (himpunan kawasan industri), dan lain-lain.
Sementara akibat pemadaman yang sudah terjadi sebelumnya, industri mengaku belum akan meminta ganti rugi dari PLN. Di sisi lain, Dito mengakui, memang ada beberapa industri yang mengalihkan pasokan listriknya ke listrik PLN.
"Memang ada, karena harga BBM yang tinggi, jadi banyak yang mengalihkan listriknya," jelasnya.
Selain itu, pasokan listrik menjadi defisit juga disebabkan karena pertumbuhan listrik yang melebihi perkiraan. Perkiraan dalam APBNP 2008 sebesar 1,9%, tapi kenyataannya pertumbuhan listrik rata-rata mencapai 6%.
(lih/qom)











































