Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Real Estat Indonesia Teguh Satria usai sebuah workshop di Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa (10/6/2008).
"Target 134.000 rumah pada April baru 28.000 RSH dan hingga akhir Mei ini diperkirakan telah terjual 35.000 dengan penjualan terbanyak di Jabodetabek hingga 50 persen," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teguh mensinyalir stagnasi ini terjadi akibat konsumen tidak mau bayar PPN karena RSH sudah dibebaskan PPN-nya namun pengembang tidak tahu kapan diberlakukan pembebasan ini.
"Kami sangat menyambut positif pembebasan PPN, kami berharap bisa efektif bersamaan dengan Peraturan Menteri Perumahan Rakyat tentang kenaikan harga RSH yang harganya naik Rp 49-55 juta dan pembebasan PPN dan PMK untuk harga Rp 55 juta ke bawah. Kita berharap time lagnya itu hanya 1 minggu tapi ini sudah 2 bulan lebih, sehingga terjadi stagnasi penjualan," ujarnya.
Menpera Yusuf Asy'ari mengatakan meski harga RSH dinaikkan, pemerintah sudah mengatur agar cicilan RSH bagi masyarakat tidak memberatkan.
(ddn/ir)











































