Harga Komoditas Tinggi Jadi Magnet Bagi Investor

Harga Komoditas Tinggi Jadi Magnet Bagi Investor

- detikFinance
Selasa, 10 Jun 2008 17:21 WIB
Harga Komoditas Tinggi Jadi Magnet Bagi Investor
Jakarta - Harga komoditas pertanian yang meningkat seharusnya menjadi daya tarik bagi investor untuk mengembangkan investasinya di dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan Mentan Anton Apriyantono usai acara seminar pertanian di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (10/6/2008).

"Bagi investor seharusnya faktor harga komoditas pertanian yang tinggi serta permintaan yang meningkat menjadi insentif tersendiri, meskipun pemerintah akan memberikan insentif lain agar investor menjadi nyaman," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah lanjut Mentan, akan meningkatkan usahanya untuk mengundang investor baik lokal maupun asing untuk berinvestasi di sektor pertanian, dan juga bertujuan rangka meningkatkan produksi pangan di Indonesia.

"Sektor agrikultur di Indonesia memainkan peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, bagi masyarakat pedesaan sektor ini menjadi sumber pendapatan mereka dan lagi sektor ini cukup banyak menyerap tenaga kerja, sektor ini menjadi dasar pertumbuhan ekonomi pedesaan," tuturnya.

Karena itu untuk meningkatkan ekonomi pedesaan diperlukan pengembangan infrastruktur pertanian di pedesaan, dan Anton mengatakan dibutuhkan peran investor swasta untuk melaksanakan hal ini.

Anton mengatakan pemerintah tidak mempermasalahkan jika hasil pertanian nantinya akan diekspor ke negara yang berinvestasi di suatu lahan pertanian.

"Yang penting kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi baru bisa diekspor, kita tidak ingin kebutuhan dalam negeri kurang," ujarnya.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu juga mengatakan pemerintah sangat berharap swasta dapat membantu mengembangkan pertanian.

"Kalau dari pemerintah tugasnya prasarana irigasi, teknologi dan bagaimana penyediaan lahan dan iklim investasi yang kondusif di bidang pertanian dan pangan maupun energi, swasta kita harapkan juga melakukan investasi baik untuk tingkatkan produksi dengan berbagai cara," tutur Mari.
(dnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads