Pelanggan Besar PLN Lebih Rela Bayar Mahal Daripada Berhemat

Pelanggan Besar PLN Lebih Rela Bayar Mahal Daripada Berhemat

- detikFinance
Rabu, 11 Jun 2008 14:56 WIB
Pelanggan Besar PLN Lebih Rela Bayar Mahal Daripada Berhemat
Jakarta - Hasil evaluasi penerapan tarif non subsidi untuk pelanggan 6.600 VA keatas memperlihatkan golongan tersebut tidak sensitif terhadap kenaikan tarif.
 
Menurut Wadirut PLN Rudiantara, pelanggan golongan ini terlihat lebih rela membayar mahal tagihan listriknya ketimbang mengurangi pemakaian listriknya. Hal tersebut terlihat dari hanya 50% pelanggan golongan ini yang memakai listrik dibawah batas hemat.
 
"Padahal kita ingin mengurangi biaya untuk bahan bakar, tapi nampaknya mereka tetap menggunakan listrik meskipun yang 20% nya tarif Multiguna," katanya usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (11/6/2008).
 
Tarif non subsidi yang diberlakukan untuk pelanggan 6.600 VA keatas menerapkan tarif listrik bersubsidi hanya untuk pemakaian 80% rata-rata nasional. Sementara 20% sisanya menggunakan tarif Multiguna.
 
Tambahan pendapatan yang dihimpun dari hasil penerapan tarif non subsidi di pelanggan 6.600 VA keatas ini mencapai Rp 250-260 miliar per bulan.
 
Dalam paparannya PLN juga mengusulkan dua skenario perluasan penerapan tarif non subsidi ini, yaitu dengan intensifikasi dan ekstensifikasi.
 
Rudiantara menjelaskan, yang dimaksud dengan intensifikasi adalah penurunan jatah subsidi untuk pelanggan 6.600 VA. Jadi kalau sekarang pemakaian listrik yang disubsidi sebesar 80%, kedepan bisa saja diturunkan porsinya.
 
"Jadi yang disubsidi semakin sedikit. Bisa 70% atau berapa. Pemerintah nanti yang akan memutuskan," jelasnya.
 
Sementara program ekstensifikasi adalah perluasan pelanggan yang dikenakan tarif non subsidi. Kalau sekarang hanya untuk pelanggan 6.600 VA, maka kedepan bisa saja diperluas ke 2.200 VA dan 1.300 VA.
 
"Tapi sampai sekarang belum ada rencana pasti mana yang akan dilakukan dan kapan. Tergantung pemerintah saja yang menetapkan," jelasnya.


(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads