Β
Hal ini terjadi karena rendahnya kesempatan kerja karena akses pendidikan formal maupun informal. Sehingga menimbulkan ancaman kriminalitas yang tinggi.
Β
Selain itu penyebab lainnya adalah masih kurangnya upaya wirausaha dari kalangan pemuda yang mengedepankan usaha mandiri, karena penyebab utamanya adalah susahnya akses ke pihak perbankan sebab membutuhkan agunan.
Β
Demikian isi siaran pers Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat tanggal 11/6/2008.
Β
Saat ini pemuda yang berusia 15 tahun ke atas sebagai usia kerja jumlahnya mencapai 162,35 juta atau 79,19% dari jumlah penduduk Indonesia.
Β
Dari jumlah tersebut jumlah angkatan kerja berjumlah 109,94 juta atau 66,6% dan bukan angkatan kerja 54,22%.
Β
Sedangkan dari jumlah angkatan kerja yang berpendidikan SD ke bawah mencapai 56,7 juta, SLTP 22,43%.
Β
Dari penduduk yang merupakan angkatan kerja yang benar-benar bekerja mencapai 99,93 juta atau 90,89% dan yang menganggur 10,01 juta (9,11%).
Β
Dari para pencari kerja yang menganggur hampir 70% berasal dari wilayah pedesaan.
Β
Sehingga sudah saatnya upaya mendorong kewirausahaan pemuda menjadi penting dan signifikan untuk dikembangkan, salah satunya dengan mempermudah akses kredit dengan program KUR.
Β
"Makanya dengan adanya program kredit usaha rakyat (KUR), diharapkan memunculkan para pengusaha-pengusaha baru, selama ini pengusaha muda masih minim pengalaman," kata Ketua Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Sandiaga Uno di Jakarta, Rabu (11/6/2008). (hen/ddn)










































