Hal itu diungkapkan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro usai pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan para pelaku industri minyak dan gas nasional di Gedung Setneg, Jl Majapahit, Jakarta, Rabu (11/6/2008).
Purnomo menjelaskan dalam pertemuan antara pemerintah dan perusahaan minyak swasta itu, Presiden SBY menekankan tiga masalah penting yang akan dilakukan pemerintah dan KKKS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi di APBN kita sudah punya kontribusinya berapa, lalu itu kita catat tiap bulan, kita punya catatannya perusahaan ini di bawah atau di atas target. Saat ini kita bisa memenuhi target, yaitu 977 ribu bpd, ke depan kita harapkan bisa terus meningkatkan produktifitas," kata Purnomo.
Kedua, sharing the pain, yakni bagaimana perusahaan minyak dengan adanya harga minyak yang tinggi mendapatkan windfall profit, pemerintah juga mendapatkan. Juga bagaimana caranya supaya dengan keadaan ekonomi seperti ini dengan harga minyak yang naik terus permasalahan subsidi minyak bisa diatasi.
"Sebetulnya permasalahan kita ada di subsidi, bagaimana kemudian perusahaan minyak itu juga ikut memikirkan untuk mendukung bagaimana sharing the pain dengan kita, istilahnya berbagi rasa untuk bisa mendukung perekonomian nasional," ujar Purnomo.
Ketiga, peningkatan produksi dari 99 badan usaha yang melakukan kegiatan eksplorasi di Indonesia. "Ada 5 yang diteken waktu acara Indonesian Petroleum Association, 25 lagi akan diteken tahun ini, kita harap bisa meningkatkan produksi," jelas Purnomo.
Tapi diakui Purnomo untuk ketiga hal ini masih ada kendala dilapangan, kendala perizinan, masalah-masalah yang membutuhkan dukungan pemerintah lebih baik dan untuk bisa melakukan percepatan terhadap perizinan.
Mengenai konkret sharing the pain ini, menurut Purnomo masih dikaji. Tapi ada beberapa exercise yang bisa dilakukan terutama akan berbicara dulu dengan departemen keuangan.
"Kan prinsipnya begini, depkeu memerlukan suatu buffer dana untuk mengamankan kalau terjadi defisit. Sekarang belum terjadi defisit. Tapi seandainya terjadi defisit dan kita sebaiknya bersiap-siap untuk bila ini terjadi kita harus punya tambahan pendapatan. Tambahan pendapatan kita dari mana? Dari sektor kita memikirkan. Seperti tadi disampaikan Presiden, berbagi rasa dari perusahaan minyak lah. Yang jelas kita tidak ngemplang," jelas Purnomo.
Ditanya bentuk sharing the pain ini, Purnomo mengatakan masih akan duduk bersama dengan menteri-menteri terkait. "Tentu tadi Presiden sudah menyampaikan, jadi tadi setelah selesai rapat, saya, Menkeu, Dirjen Pajak, berkumpul bertemu, presiden menegaskan untuk duduk bersama, nanti dari tim kami, BP Migas bersama Depkeu, pajak dan sebagainya kumpul kita akan jabarkan bentuknya seperti apa, kita baru keluar ruangan belum bisa menjabarkan apa yang akan kita lakukan agar di satu sisi kita bisa mengamankan APBN, di sisi lain mereka tidak mengalami kesulitan, jadi ada berbagi rasa," tuturnya.
Untuk mengikat KKKS agar mau melakukan sharing the pain, Presiden juga kata Purnomo mencatat perlunya koordinasi yang lebih baik antar lembaga terkait. Presiden juga menyampaikan bahwa perizinan sekarang sudah harus semakin pendek di daerah karena kalau tidak bisa menghambat.
"Salah satu yang diusulkan di rapat tadi apakah dimungkinkan untuk sektor ini seperti zaman dulu kan ada lex spesialis, apakah dimungkinkan sekarang ini membuat di luar Keppres 80 karena kalau pakai tender lagi pakai Keppres lagi bisa lama," katanya.
Dalam pertemuan itu, Purnomo juga melaporkan perkembangan di sektor hulu migas. Purnomo menjelaskan industri migas Indonesia sudah berumur seratus tahun tapi hingga kini masih memberikan perkembangan yang cukup signifikan kepada APBN.
Purnomo menambahkan minyak bumi merupakan energi yang tidak dapat terbarukan dan produksinya mengalami penurunan pada tahun 1995. Terjadi penurunan alamiah sejak 1995, tapi upaya yang telah dilakukan oleh KKKS yaitu menahan laju penurunan produksi dari 15 persen per tahun menjadi 7 persen.
"Tadi 37 KKKS telah hadir semua, mereka akan melakukan optimalisasi produksi, teknologi sekunder tertier, rehabilitasi sumur-sumur tua, pada saat ini ada 99 badan usaha yang melakukan kegiatan eksplorasi di Indonesia. Dari 99 itu ditambah lagi saat Indonesian Petroleum Association ada 5 kontrak di teken, tahun ini akan ada tambahan 25 kontrak lagi, jadi sebetulnya kegiatan eksplorasi dalam 3, 4 tahun ini meningkat pesat. Tahun ini dan tahun depan itu ada sekitar 16 perusahaan yang akan meningkatkan produksinya karena ada temuan baru, diantaranya Cepu, Tangguh," urai Purnomo (ir/ddn)











































