Demikian dijelaskan Wadirut PLN Rudiantara disela rapat dengar pendapat dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (11/6/2008).
"Anak usaha kita nanti investment portofolio, bukan operator. Karena kita kan perusahaan listrik, nggak expert di batubara," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirut PLN Fahmi Mochtar menambahkan, melalui anak usahanya ini, PLN ingin mengamankan pasokan batubara untuk pembangkit-pembangkitnya. Terutama setelah pembangkit-pembangkit 10.000 MW mulai beroperasi. Karena pada saat itulah kebutuhan batubara akan meningkat tajam.
Dari paparan PLN terlihat kebutuhan pasokan batubara PLN pada 2010 akan melonjak sekitar dua kali lipat dibandingkan 2008.
Dalam komposisi energi pembangkit PLN 2008, batubara mengambil porsi lebih dari 30% dari total energi PLN atau sekitar 40 juta ton per tahun. Sedangkan pada 2010, kebutuhan batubaranya mencapai 58% atau sekitar 80 juta ton per tahun.
Fahmi menyatakan PLN harus bisa mengamankan lebih dari 30% kebutuhan batubaranya pada 2010. Artinya, jumlah batubara yang harus ada ditangan PLN pada 2010 setidaknya 24-30 juta ton per tahun.
"Kalau bisa kita harus mengamankan lebih dari 30% kebutuhan batubaranya," kata Fahmi. (lih/ir)










































