Efek Domino Reformasi Birokrasi

Efek Domino Reformasi Birokrasi

- detikFinance
Kamis, 12 Jun 2008 10:35 WIB
Efek Domino Reformasi Birokrasi
Jakarta - Mundurnya pejabat Departemen Keuangan dari posisi komisaris BUMN diyakini akan memberikan efek domino. Para pejabat di departemen lain yang kini masih rangkap jabatan akan mengikuti langkah tersebut.

Hal tersebut disampaikan pengamat birokrasi dan kebijakan publik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Stafuan Rozi ketika dihubungi detikFinance, Kamis (12/6/2008).

"Ini akan menjadi kartu domino yang dimulai ketika Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkapkan larangan jabatan, kemudian depkeu, depdagri," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menilai mundurnya pejabat dari BUMN sangat baik karena rangkap jabatan bisa menimbulkan konflik kepentingan ketika melakukan jabatan.

"Kalau itu (mundur) dilakukan oleh mereka maka hal itu akan bagus, 4 jempol untuk Depkeu," kata Stafuan.

Sebelumnya Dirjen Pajak Darmin Nasution telah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai komisaris utama BEI. Langkah Darmin itu langsung diikuti oleh pada pejabat eselon I Depkeu mulai dari Dirjen Anggaran Ahmad Rochjadi, Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi, Dirjen Perimbangan Keuangan Mardiasmo, Dirjen Perbendaharaan Herry Purnomo, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu dan Dirjen Kekayaan Negara Hadiyanto.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya mengatakan, dirinya tidak ingin pada pejabatnya mendapat beban yang lebih berat dengan rangkap jabatan itu.

"Mereka patut mendapatkan remunerasi yang cukup tapi yang lebih penting lagi mereka tidak mendapatkan beban tugas yang lain," kata Menkeu kemarin.
(ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads