Belanja Pemerintah di RAPBN 2009 Dipangkas Rp 15-17 Triliun

Belanja Pemerintah di RAPBN 2009 Dipangkas Rp 15-17 Triliun

- detikFinance
Kamis, 12 Jun 2008 17:17 WIB
Belanja Pemerintah di RAPBN 2009 Dipangkas Rp 15-17 Triliun
Jakarta - Kenaikan harga minyak dunia dan kenaikan konsumsi BBM memaksa pemerintah terus memangkas anggaran belanjanya. Untuk RAPBN 2009, dari Rp 311 triliun belanja pemerintah, akan dipangkas lagi Rp 15-17 triliun.

Menurut Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, belanja pemerintah itu bisa dikurangi lagi jika harga minyak terus naik.

"Ya terpaksa kita mengurangi lagi belanja pemerintah karena enggak mungkin lagi menaikkan harga minyak. Sekarang harus kita pikirkan menurunkan tingkat pemakaian dari 38 juta menjadi kembali 32 juta itu saja sekarang," jelas Paskah di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/6/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rapat Panitia Anggaran DPR dan Menteri Keuangan kemarin malam menetapkan asumsi harga minyak RAPBN 2009 sebesar US$ 120 per barel serta volume konsumsi BBM total termasuk konversi (LPG) menjadi 42,8 juta KL. Menkeu mengatakan volume konsumsi BBM sebesar 42,8 juta KL ini terdiri dari perkiraan konsumsi BBM sebesar 38,8 juta KL dan konversi LPG sebesar 4 juta KL.

Menurut Paskah, asumsi dalam RAPBN 2009 terus bergerak sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah dunia yang sangat dinamis.

"Sekarang kita 2009 tambah berat belanja pemerintah harus dikurangi. Baru kemarin kita tetapkan pagu indikatifnya, sekarang harus kita ubah lagi," keluh Paskah

Asumsi konsumsi BBM tersebut berarti lebih besar dari tahun 2008 yang hanya 35 juta kiloliter. Paskah mengaku tidak tahu apa alasan DPR menaikkan asumsi konsumsi BBM nasional.

Yang pasti, langkah penanganan dalam jangka pendek, kata Paskah adalah dengan mengurangi konsumsi BBM. Namun untuk penghematan dengan smart card, menurut Paskah tidak akan diterapkan dalam waktu dekat.

"Smart card untuk jangka menengah dan jangka panjang enggak bisa dalam jangka pendek. Jadi ditunda dululah," pungkasnya.
(qom/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads