Menurut Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, belanja pemerintah itu bisa dikurangi lagi jika harga minyak terus naik.
"Ya terpaksa kita mengurangi lagi belanja pemerintah karena enggak mungkin lagi menaikkan harga minyak. Sekarang harus kita pikirkan menurunkan tingkat pemakaian dari 38 juta menjadi kembali 32 juta itu saja sekarang," jelas Paskah di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Paskah, asumsi dalam RAPBN 2009 terus bergerak sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah dunia yang sangat dinamis.
"Sekarang kita 2009 tambah berat belanja pemerintah harus dikurangi. Baru kemarin kita tetapkan pagu indikatifnya, sekarang harus kita ubah lagi," keluh Paskah
Asumsi konsumsi BBM tersebut berarti lebih besar dari tahun 2008 yang hanya 35 juta kiloliter. Paskah mengaku tidak tahu apa alasan DPR menaikkan asumsi konsumsi BBM nasional.
Yang pasti, langkah penanganan dalam jangka pendek, kata Paskah adalah dengan mengurangi konsumsi BBM. Namun untuk penghematan dengan smart card, menurut Paskah tidak akan diterapkan dalam waktu dekat.
"Smart card untuk jangka menengah dan jangka panjang enggak bisa dalam jangka pendek. Jadi ditunda dululah," pungkasnya.
(qom/ddn)










































