Pasar Tradisional Makin Tergerus Pasar Modern

Pasar Tradisional Makin Tergerus Pasar Modern

- detikFinance
Kamis, 12 Jun 2008 18:07 WIB
Pasar Tradisional Makin Tergerus Pasar Modern
Jakarta - Pasar tradisional di Indonesia makin tergerus dengan menjamurnya pasar modern yang beberapa tahun terakhir pertumbuhannya luar biasa. Sejak tahun 2004 perkembangan pasar tradisional jalan ditempat bahkan mengalami penurunan hingga 8%. Untuk itu upaya revitalisasi pasar tradisional perlu dilakukan.

Demikian disampaikan oleh Execitive Director Yayasan Danamon Peduli Risa Bhinekawati dalam acara temu wartawan di Hotel JW Marriot, Jakarta, Kamis (12/6/2008).
   
Hingga kini jumlah pasar tradisional di Indonesia berjumlah 13.450 unit yang terdiri dari 12,6 juta pedagang yang terancam tergerus oleh pasar modern, peningkatan kualitas dan infrastruktur pasar tradisional dengan melakukan revitalisasi pasar harus dilakukan agar memberikan nilai tambah dan perkembangan pasar tradisional.

Sejak tahun 2007 lalu Yayasan Danamon Peduli telah melakukan revitalisasi pasar tradisional sejumlah 754 pasar tahun ini ditargetkan bisa mencapai 700 pasar tradisional yang akan digarap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan data AC Nielsen pertumbuhan pasar tradisional antara tahun 2004 hingga 2006 terus mengalami penurunan 8,1%, namun yang ironisnya pertumbuhan pasar modern mengalami pertumbuhan yang luar biasa mencapai 31,4%," katanya.

Yayasan Danamon peduli menargetkan setiap tahunnya bisa melakukan revitalisasi sejumlah 700 pasar tradisional. Termasuk memberikan solusi pengembangan dan pengolahan pupuk organik hasil dari aktifitas pasar tradisional.

"Kita pilih pasar karena sebagai pusat ekonomi masyarakat karena urat nadi dari perekonomian masyarakat. Jadi visi mensejahterahkan kita fokus pada pengurangan kemiskinan, kita cari yang belum tergarap tetapi penting yaitu pasar," jelasnya.

Total dana Danamon Peduli yang dianggarkan pada tahun 2008 sejumlah Rp 14,3 miliar, termasuk Rp 10,2 miliar  diantaranya untuk anggaran infrastruktur pasar sebesar Rp 5,7 miliar dan Rp 4,5 miliar konversi sampah pasar. Sedangkan untuk tahun 2007 lalu mencapai Rp 6,7 miliar.

Revitalisasi mencakup beberapa hal yaitu fasilitas MCK, tempat ibadah, perbaikan kondisi pasar, peningkatan kebersihan pasar.

(hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads