Demikian disampaikan oleh Execitive Director Yayasan Danamon Peduli Risa Bhinekawati dalam acara temu wartawan di Hotel JW Marriot, Jakarta, Kamis (12/6/2008).
Hingga kini jumlah pasar tradisional di Indonesia berjumlah 13.450 unit yang terdiri dari 12,6 juta pedagang yang terancam tergerus oleh pasar modern, peningkatan kualitas dan infrastruktur pasar tradisional dengan melakukan revitalisasi pasar harus dilakukan agar memberikan nilai tambah dan perkembangan pasar tradisional.
Sejak tahun 2007 lalu Yayasan Danamon Peduli telah melakukan revitalisasi pasar tradisional sejumlah 754 pasar tahun ini ditargetkan bisa mencapai 700 pasar tradisional yang akan digarap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yayasan Danamon peduli menargetkan setiap tahunnya bisa melakukan revitalisasi sejumlah 700 pasar tradisional. Termasuk memberikan solusi pengembangan dan pengolahan pupuk organik hasil dari aktifitas pasar tradisional.
"Kita pilih pasar karena sebagai pusat ekonomi masyarakat karena urat nadi dari perekonomian masyarakat. Jadi visi mensejahterahkan kita fokus pada pengurangan kemiskinan, kita cari yang belum tergarap tetapi penting yaitu pasar," jelasnya.
Total dana Danamon Peduli yang dianggarkan pada tahun 2008 sejumlah Rp 14,3 miliar, termasuk Rp 10,2 miliar diantaranya untuk anggaran infrastruktur pasar sebesar Rp 5,7 miliar dan Rp 4,5 miliar konversi sampah pasar. Sedangkan untuk tahun 2007 lalu mencapai Rp 6,7 miliar.
Revitalisasi mencakup beberapa hal yaitu fasilitas MCK, tempat ibadah, perbaikan kondisi pasar, peningkatan kebersihan pasar.
(hen/ir)










































