Hal tersebut ditegaskan PM Australia Kevin Rudd dalam jamuan makan siang Indonesia-Australia Business Council di Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta, Jumat (13/6/2008).
"Dengan demikian akan memberikan keuntungan bagi Indonesia dan Australia. Kerja sama ini akan memberikan kemakmuran, maka sebaiknya dipercepat," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia juga meminta beberapa hal. Yakni pertama meminta agar Indonesia jangan dijadikan akses pasar semata tetapi bagaimana Australia dan Selandia Baru bisa meningkatkan kapasitas produksi di Indonesia.
"Permintaan kita yang tarif tinggi seperti pakaian jadi, footwear, dan otomotif tarifnya diturunkan besar, kalau bisa jadi 0 persen," uajrnya.
Mendag menyatakan FTA ini ditargetkan selesai pada tahun ini karena negosiasi sudah berlangsung sejak 2005. Sedangkan untuk FTA bilateral 2 negara masih dalam tahap studi kelayakan. "Diharapkan pada pertengahan tahun ini mendapatkan titik temu apakah perlu diteruskan negosiasi atau tidak," ujarnya.
Berdasarkan data departemen perdagangan neraca perdagangan RI-Australia untuk tahun 2007 (Januari-Maret) mengalami surplus untuk Indonesia sebesar US$ 330,21 juta. Total ekspor Indonesia ke Australia pada tahun 2006 mencapai nilai US$ 2,77 miliar, sedangkan impor Indonesia dari Australia pada tahun 2006 tercatat senilai US$ 2,98 miliar.
Komoditi ekspor utama Indonesia ke Australia antara lain minyak mentah, emas, kertas dan produk kertas, serta kayu dan produk kayu. Sedangkan komoditi ekspor utama Australia ke Indonesia antara lain tepung terigu, aluminium, binatang hidup, dan kapas. Australia merupakan negara tujuan ekspor ke-8 dan negara sumber impor ke-7 bagi Indonesia.
Australia juga merupakan negara ke-10 terbesar investasinya di Indonesia.
(ddn/ir)











































