Pertamina Yakin Bisa Tuntaskan Masalah Tumpukan Minyak

Pertamina Yakin Bisa Tuntaskan Masalah Tumpukan Minyak

- detikFinance
Jumat, 13 Jun 2008 16:14 WIB
Pertamina Yakin Bisa Tuntaskan Masalah Tumpukan Minyak
Jakarta - Pertamina optimistis bisa menyelesaikan masalah penjualan (lifting) minyak hasil produksi yang kini masih tertimbun dalam dua minggu seperti yang diminta BP Migas.
 
"Kami rasa bisa, karena cuaca sedang bagus. Tapi tergantung kerjasama kontraktor minyaknya juga," kata VP Komunikasi Pertamina Wisnuntoro usai salat Jumat di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (13/6/2008).
 
Namun ia menegaskan, tidak semua minyak yang menumpuk di tangki penimbunan bisa diangkut karena ada sebagian minyak yang memang disisakan untuk stok.
 
Untuk itu, menurutnya harus ada pendataan dulu berapa minyak yang harus diangkut, milik siapa saja, ada dimana, dan bagaimana mengangkutnya.
 
Masalah pengangkutan ini memang menjadi kendala. Karena setiap dermaga kontraktor minyak mempunyai kriteria yang berbeda untuk setiap kapal yang masuk.
 
"Dermaga kontraktor asing juga kadang macam-macam ketentuannya. Ini boleh masuk, yang ini nggak boleh. Sementara Pertamina belum memilik semua jenis kapal seperti itu. Kalau ketat begitu kan kita gak bisa ambil minyaknya," jelasnya.
 
Saat ini, Pertamina mengoperasikan 36 kapal yang dimiliki sendiri dan 120 kapal sewaan. Wisnu mengakui, tidak semua kapal bisa beroperasi setiap hari, karena ada beberapa yang harus menjalani perawatan rutin. Setiap harinya kapal-kapal yang bisa beroperasi mengangkut rata-rata 600 ribu barel.

Masalah tumpukan minyak ini mencuat ketika Kepala BP Migas RI Priyono menyatakan akan menegur Pertamina karena dinilai lamban menjual hasil produksi minyak mentah yang masih tertimbuh di tangki penimbunan.

BP Migas mengultimatum Pertamina untuk bisa menyelesaikan masalah ini dalam 2 minggu, atau pihaknya akan menunjuk pihak lain untuk menyelesaikan masalah tumpukan minyak mentah yang mencapai 11 juta barel itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


  (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads