Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal M Lutfi usai jamuan makan siang Indonesia-Australia Business Council di Hotel JW Marriot, Jakarta, Jumat (13/6/2008).
Rio Tinto kini tengah menyelesaikan masalah aturan yang tumpang tindih dengan pengusaha tambang (Kuasa Pertambangan) di Sulawesi. Sedangkan BHP sedang menyelesaikan penandatanganan investasi di Maluku Utara
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lutfi mencermati masih minimnya investasi Australia di Indonesia. "Investasi Australia selama tahun 2007 komitmennya sebesar US$ 150 juta, realisasi masih kecil baru US$ 67 juta," ujarnya
Dirut Pertamina Ari H Soemarno menambahkan Australia sedang menawarkan beberapa teknologi untuk lapangan minyak.
(ddn/ir)











































