Pengusaha menilai Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai satu-satunya yang paling tepat menjabat Menko Perekonomian. Pasalnya, Menkeu punya kekuasaan atas pengaturan belanja negara, kekuasaan inilah yang bisa dijadikan alat untuk mengkoordinir Menteri-Menteri ekonomi yang saat ini masih belum kompak.
Dengan demikian jabatan Menkeu dan Menko Perekonomian akan dirangkap oleh Sri Mulyani. Namun pengusaha berharap Sri Mulyani akan lebih fokus dengan jabatan Menteri Keuangan dan bisa membagi waktu dengan baik antara dua jabatannya, mengingat tugas keduanya sama berat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia harus fokus di Menkeu, Menko itu tidak penting selama Menteri-menteri bisa bekerja dengan baik. Apalagi kan tinggal setahun kalau orang luar susah nanti pakai masa adaptasi," tambahnya.
Sofyan berharap dengan manjabatnya Sri Mulyani menjadi Menko perekonomian maka dia bisa menggerakan tim ekonomi yang saat ini dianggapnya tidak dapat menelurkan kebijakan yang tepat sasaran.
"Dia saya yakin bisa berhubungan baik dengan menteri lainnya sehingga terjadi koordinasi diantaranya. Sekarang ini saja Menteri yang satu ke kiri yang satunya ke kanan. Antara Menperin Mendag dan Mentan kalau memberi statement berbeda-beda tidak satu suara," keluhnya.
Kursi Menko Perekonomian sudah kosong sejak Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia 17 Mei lalu. Menkeu Sri Mulyani selama ini sudah sering mengisi posisi Boediono, termasuk saat mengumumkan kenaikan harga BBM 23 Mei lalu.
(arn/lih)











































