Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu dalam rapat kerja dengan Panitia Ad Hoc Dewan Perwakilan Daerah di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Senin (16/6/2008).
Menurut Anggito, konsumsi BBM pada Mei sudah mencapai 16,4 juta kiloliter atau 46 persen dari total konsumsi BBM dalam APBNP 2008 sebanyak 35,5 juta kiloliter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian volume konsumsi BBM hingga akhir tahun diperkirakan akan melebihi asumsi 35,5 juta kiloliter.
Asumsi Makro 2009
Dalam rapat tersebut Anggito juga menuturkan beberapa asumsi ekonomi makro dalam APBN 2009. Berdasarkan perhitungan Depkeu pertumbuhan ekonomi 2009 diperkirakan sebesar 6,2 persen, inflasi 6,5 persen, pengangguran terbuka 7-8 persen, jumlah penduduk miskin sebanyak 12-14 persen, SBI 3 bulan 8,5 persen, nilai tukar Rp 9.100 per dolar, harga minyak US$ 120 per barel dan lifting 950.000 barel per hari.
Sedangkan berdasarkan hitungan Komisi VII dan XI DPR, pertumbuhan ekonomi diperkirakan sebesar 6-6,4 persen, inflasi 5,8-6,5 persen, SBI 3 bulan 7,5-8,5 persen, nilai tukar Rp 9.000-9.200 per dolar harga minyak US$ 95-120 per barel dan lifting 927.000-950.000 barel per hari.
Menurut Anggito, pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan mulai membaik namun tekanan inflasi dari harga minyak dan harga pangan masih terjadi.
"Tekanan inflasi juga akan datang dari permintaan domestik dengan adanya pemilu, sehingga kebijakan moneter tetap akan ketat, perbaikan iklim investasi akan menunjukkan hasil sehinggga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Pemerintah juga yakin program penanggulangan kemiskinan melalui belanja APBN akan mengurangi jumlah penduduk miskin.
(ddn/qom)











































