Total pengerjaan jalan tersebut diperkirakan menelan dana sebesar Rp 2,2 triliun lebih, dan diprediksi bisa rampung tahun 2009.
Demikian dikatakan oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, dalam acara penandatanganan Kontrak proyek jalan lintas barat Sulawesi, di gedung Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta, Senin ( 16/6/2008).
"Memang ada evaluasi di dua ruas sedikit yang tersisa tapi itu tetap kita selesaikan dan kita yakin tahun 2009 bisa selesai," katanya.
Jalan lintas Barat Sulawesi sepanjang 2.056 KM yang dimulai dari Kota Jeneponto (Sulsel) hingga Kota Bitung (Sulut).
Meliputi Sulawesi Selatan yaitu Bts Sulawesi Barat-Makasar-Jeneponto sepanjang 217,78 KM, Sulawesi Barat Bts Sulawesi Tengah-Mamuju-Bts Sulawesi Selatan sepanjang 522,79 KM, Sulawesi Tengah Bts Gorontalo-Palu-Bts Sulawesi Selatan sepanjang 775,42 KM, Gorontalo melintasi Bts Sulawesi Utara-Kwandang-Bts Sulawesi Tengah sepanjang 180,97 KM dan Sulawesi Utara melintasi Bitung Manado-Bts Gorontalo sepanjang 359,88 KM.
Total dana yang dibutuhkan mencapai Rp 2,253 triliun dengan perincian sebagai berikut lintas Sulawesi Selatan sebesar Rp 993,10 miliar, Sulawesi Barat Rp 351,4 miliar, Sulawesi Tengah Rp 543,51 miliar, Gorontalo Rp 135,19 miliar dan Sulawesi Utara sebanyak Rp 230,20 miliar.
Beberapa kontraktor yang terlibat diantaranya adalah PT Wahana Mitra Kotrindo, PT Bumi Karsa, PT Triratna Karsatama, PT Nindya Karya, PT Karyajasa Mandiri Persada dan lain-lain.
Pembangunan jalan lintas barat ini merupakan bukan proyek printis, melain kelanjutan pembangunan untuk meningkatkan kualitas jalan di sepanjang 2000 KM lebih, mengingat ada beberapa ruas sepanjang jalur tersebut harus diperbaiki dan adad beberapa ruas yang perlu dihubungkan satu dengan yang lainnya. (hen/qom)











































