Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) anjlok 68,3% sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) melesat tajam hingga 164,1%.
Demikian penjelasan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M Lutfi dalam raker dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Senin (16/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Realisasi PMDN itu terbagi dalam sektor: pertama, industri makanan Rp 2,43 triliun pada 16 proyek. Kedua, industri logam, mesin dan elektronik Rp 1,4 triliun sebanyak 16 proyek. Ketiga, tanaman pangan dan perkebunan Rp 383,7 miliar sebanyak 1 proyek. Keempat, listrik, gas dan air Rp 305 miliar sebanyak 2 proyek. Kelima, industri tekstil Rp 211,1 miliar sebanyak 7 proyek.
Lokasi pilihan PMDN terbanyak pertama Banten, Rp 1,4 triliun sebanyak 16 proyek. Kedua Jawa Barat Rp 1,1 triliun sebanyak 18 proyek. Ketiga, Jawa Timur Rp 663,9 miliar sebanyak 13 proyek. Keempat, Lampung Rp 650 miliar sebanyak 1 proyek dan kelima DKI Jakarta Rp 531,5 miliar sebanyak 18 proyek.
PMA
Sementara realisasi PMA naik cukup tinggi 164,1% menjadii Rp 88,02 triliun atau US$ 10,34 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 33,3 triliun atau US$ 5,91 miliar.
Untuk PMA industri yang diincar adalah, pertama, transportasi, gudang dan komunikasi US$ 6,54 miliar dengan 13 proyek. Kedua, industri logam, mesin dan elektronik US$ 499,4 juta sebanyak 47 proyek. Ketiga, industri kendaraan bermotor dan transportasi lainnya US$ 431,9 juta sebanyak 18 proyek. Keempat, perdagangan dan reparasi US$ 357,5 juta sebanyak 135 proyek. Kelima, industri kertas dan percetakan US$ 292,2 juta sebanyak 11 proyek.
(ir/qom)











































