"JGS ditargetkan bisa mencatat transaksi perdagangan Rp 6 triliun atau naik 20 persen dari tahun lalu," ujar Sekretaris Pelaksana JGS yang juga merupakan Ketua Asosiasi Pemasok Garmen dan Aksesoris Indonesia (Apgai) Suryadi Sasmita dalam jumpa pers di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (16/6/2008).
Panitia juga menjamin tidak akan ada penipuan dalam label harga seperti yang terjadi pada pelaksaan Jakarta Great Sale sebelumnyam dimana banyak peserta yang menaikkan harga terlebih dahulu baru didiskon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suryadi juga menampik kalau Jakarta Great Sale akan dijadikan ajang cuci gudang. Jakarta Great Sale merupakan momen untuk menampilkan produk baru.
"Kalau ada yang melakukan cuci gudang dia bisa mati dengan tetangganya yang mengeluarkan produk baru tapi didiskon. Saya menghimbau kepada seluruh peserta untuk melakukan yang terbaik dengan barang baru kalau perlu diskonnya 70 persen plus 20 persen," ujarnya.
Tahun lalu, jumlah peserta mencapai 7.400 peserta, tahun ini jumlah peserta mengalami kenaikan sekitar 10 persen. Dengan tema yang diusung kali ini adalah the great saletainment.
"Tujuan kami agar orang Indonesia yang mau belanja ke luar negeri mengurungkan niatnya. Dengan Jakarta Great Sale cukup belanja di Jakarta," ujarnya.
Target utama Jakarta Great Sale adalah wisatawan domestik baik Jakarta maupun luar Jakarta.
JGS kali ini juga didukung seluruh asosiasi antara lain Asosiasi Pengelola Pusat Belanja indoens (APPBI), Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia), Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia, ARKI (Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia), APPMI (Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia), dan Asosiasi Matahari Suplier Club.
(ddn/qom)











































