Harga 3 Kontrak Gas Dikaji Ulang

Harga 3 Kontrak Gas Dikaji Ulang

- detikFinance
Selasa, 17 Jun 2008 11:57 WIB
Harga 3 Kontrak Gas Dikaji Ulang
Jakarta - Indonesia akan mengkaji ulang tiga kontrak ekspor gas yang harganya dinilai terlalu rendah. Ketiga kontrak tersebut adalah kontrak ekspor ke Korea, Malaysia, dan Fujian (China).

Negosiator LNG dan Pemanfaatan Gas Kardaya Warnika menyatakan akhir minggu ini pihaknya akan memulai negosiasi dengan Korea.

"Ada kontrak-kontrak ekspor gas yang harganya rendah. Kebanyakan kontrak-kontrak yang sudah lama dan masih jalan sampai sekarang. Ini yang mau kita tingkatkan," kata Kardaya di Departemen ESDM, Jakarta, Selasa (17/6/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, harga gas biasanya dikaitkan dengan harga minyak. Sehingga makin tinggi harga minyak, harusnya harga gasnya pun makin tinggi.

Namun sayangnya, ketiga formula harga kontrak tersebut dibatasi dengan harga minyak maksimal (ceiling price).

Seperti kontrak ekspor gas ke Malaysia yang harganya dibatasi dengan harga HSFO (high sulfur fuel oil) maksimal US$ 118 per matrik ton atau setara dengan harga minyak sekitar US$ 25 per barel. Harga minyak tersebut membuat harga gas yang diekspor maksimal US$ 2,75 per mmbtu.

Dengan adanya harga batas atas ini, meskipun harga minyak dunia terus naik seperti sekarang, tapi harga gasnya akan tetap US$ 2,75 per mmbtu. Gas yang dikirim ke Malaysia ini berasal dari lapangan Natuna Blok B yang dikelola ConocoPhilip.

Sementara untuk kontrak ekspor gas ke Fujian, China dari lapangan Tangguh harganya dipatok maksimal setara harga minyak US$ 38/barel.

Sedangkan kontrak ekspor gas ke Korea dibatasi dengan harga maksimal setara harga minyak US$ 25/barel.

Namun ia tidak menyebutkan berapa perubahan harga gas yang diinginkan Indonesia pada kontrak-kontrak tersebut.

(lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads