Hal ini dikatakan oleh Sekjen Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia Toto Dirgantoro di sela Rapat Pokja Kebijakan Tim Nasional PEPI (Peningkatan Ekspor dan Peningkatan Investasi) di President Executive Club, Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Selasa (17/6/2008).
"Tanjung Priok saat ini sudah stagnansi dan padat sehingga hampir tidak mampu lagi menampung arus barang masuk atau keluar. Di 2012 saya perkirakan Priok sudah akan sangat macet," tuturnya.
Karena itu, untuk bisa menampung arus barang ekspor atau impor yang terus meningkat tiap tahunnya, harus dibangun pelabuhan baru.
"Melebarkan pelabuhan Tanjung Priok saat ini sudah tidak mungkin dilakukan karena terhimpit pemukiman penduduk, apalagi sarana dan prasarana Priok belum memadai," katanya.
Toto yakin pemerintah pasti mampu untuk membuat pelabuhan baru guna menopang perindustrian di Indonesia. "Pemerintah harus berani membangun pelabuhan baru," ujarnya.
Menurutnya, untuk membangun sebuah pelabuhan baru, investasi yang dibutuhkan adalah sekitar US$400 juta. "Dananya bisa lewat BUMN atau menarik investasi swasta yang diperbolehkan oleh UU yang baru. Jadi harus secepatnya ada pembangunan pelabuhan baru," ucapnya.
Jika ini terealisasi, maka masalah ekspor impor akan teratasi dan akan mengatasi juga biaya ekonomi tinggi yang selama ini ditanggung oleh pengusaha.
(dnl/qom)











































