Janji klise itu disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam Rapat Pokja Kebijakan Tim Nasional PEPI (Peningkatan Ekspor dan Peningkatan Impor) di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barta, Selasa (17/6/2008).
"Kita akan mencatat dan mendalami keluhan-keluhan pengusaha, kita akan mencari tahu instansi mana di pelabuhan yang ternyata menghambat proses arus barang, cukup sulit karena instansi di pelabuhan cukup banyak," janji Mari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengkritik pemerintah yang dinilai hanya berwacana dalam usaha memperbaiki infrastruktur guna memperlancar arus barang.
"Kami masih meragukan apakah itu bisa dicapai, kemarin saja Bea dan Cukai diperiksa KPK, pengurusan dokumen jadi lambat," ujarnya.
Sofjan mengatakan pemerintah harus mempunyai rencana jangka pendek yang bisa jadi jalan untuk membantu pengusaha.
"Kita harap pemerintah bisa bantu kesusahan pengusaha. Jadi bukan hanya untuk menarik investasi baru namun mempertahankan investasi yang ada. Rapat-rapat seperti ini hanya menghabiskan waktu tanpa ada pelaksanaan, ini memperlihatkan Indonesia sebenarnya tidak siap untuk menambah investasi," ketusnya.
Menurut Sofjan, yang paling penting adalah mengaktifkan PEPI ini, dan departemen-departemen itu bisa saling mendukung.
"Salah satunya adalah infrastruktur, high cost-nya bukan main karena kemacetan, itu yang membuat investasi kita tidak menarik, listrik kita terbatas," tandasnya.
(dnl/qom)











































