Bhakti Serahkan Pencairan Tiket dan Gaji AdamAir ke Kurator

Bhakti Serahkan Pencairan Tiket dan Gaji AdamAir ke Kurator

- detikFinance
Rabu, 18 Jun 2008 15:25 WIB
Bhakti Serahkan Pencairan Tiket dan Gaji AdamAir ke Kurator
Jakarta - Dengan alasan tak mau melanggar hukum, pihak Bhakti Investama tak mau menandatangani pencairan uang tiket, kargo dan gaji karyawan AdamAir. Pencairan uang itu sudah menjadi hak dari kurator begitu AdamAir dinyatakan pailit.

Hal tersebut disampaikan Direktur Keuangan AdamAir Gustiono Kustanto dalam jumpa pers di Gedung Bhimantara, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (18/6/2008).

"Jadi ketika saya dinyatakan tidak mau tanda tangan dan dinyatakan tidak mau bertanggung jawab atas tuntutan itu karena saya tidak mau melanggar hukum karena secara hukum hak itu sudah ada di kurator bukan di Direktur Keuangan," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gustiono menilai selama ini manajemen AdamAir kurang memperhatikan transparansi dalam pengelolaan uang tiket dan kargo.

Selama ini yang mengetahui transaksi itu adalah Dirut PT Adam SkyConnection Airlines (AdamAir) dan komisarisnya. "Jadi sebenarnya ada apa ini," ujarnya.

Gustiono menambahkan di rekening AdamAir ada sisa dana Rp 24,315 miliar. Namun itu bukan merupakan uang tiket melainkan sisa dana dari awal tahun 2007, ketika AdamAir memasukkan dana modal kerja sebesar Rp 157,5 miliar ke bank untuk operasional

"Jadi uang Rp 24 miliar di akhir Desember itu merupakan sisa modal kerja bukan uang-uang tiket dan lain sebagainya," ujarnya.

Hilangnya uang-uang hasil penjualan tiket dan kargo itu dipertanyakan Gustiono. Padahal mekanisme kerja AdamAir dalam penjualan tiket dan kargo adalah sistem jual putus, begitu ada uang, tiket langsung dikirim.

"Kita berikan barang ketika ada uang. Jadi seharusnya tidak ada rekening menumpuk sebagaimana terjadi sekarang ketika agen-agen penjual meminta haknya kepada AdamAir. Jadi seandainya memang telah terjadi transaksi AdamAir dengan pihak tersebut harusnya uangnya ada karena kita tidak pernah memberikan barang sebelum uangnya ada. Itu yang kami pertanyakan, tapi uangnya malah gak ada sementara saya malah dibatasi setiap transaksi tidak saya ketahui," jelasnya. (ddn/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads